SuaraBandung.id - Kasus perceraian Venna Melinda dan Ferry Irawan masih terus berlanjut. Bahkan kini berhembus kabar bahwa ibunda Ferry Irawan yaitu Hariati melaporkan Venna Melinda atas kasus penganiayaan.
Kabar mengenai Venna Melinda yang dilaporkan oleh ibunda Ferry Irawan yaitu Hariati berhembus melalui video yang diunggah oleh kanal YouTube SELEB TV.
Dalam video yang diunggah pada Kamis (16/3/2023) itu menyebutkan bahwa Venna Melinda dilaporkan oleh ibunda Ferry Irawan yaitu. Sebagaimana dalam judul videonya “MATI KUTU!! IBUNDA FERRY IRAWAN LAPORKAN VENNA MELINDA ATAS KASUS PENGANIAYAAN…”
Thumbnail video tentang laporan Hariati tersebut juga bertuliskan “HARI-HARI TERAKHIR IBUNDA FERRY IRAWAN IKUT LAPORKAN VENNA MELINDA ATAS PENGANIAYAAN.”
Berdasarkan penelusuran tim SuaraBandung.id (17/3/2023), apa yang dinarasikan dan ditayangkan oleh akun YouTube SELEB TV tidaklah benar.
Dalam video yang telah ditonton lebih dari tiga ribu penayangan itu tak memperlihatkan atau menyatakan bahwa Hariati melaporkan Venna Melinda.
Narator dalam video yang berdurasi 3:54 itu membahas bagaimana stresnya Venna Melinda setelah perceraian di pernikahan pertamanya karena tak bisa bertemu dengan Verrell Bramasta dan Athalla Naufal.
Tak ada narasi ataupun video yang menunjukan Hariati melaporkan Venna Melinda atas kasus penganiayaan.
Baca Juga: Mario Dandy Keukeuh Amanda Sukses Bisik Dirinya untuk Aniaya David
KESIMPULAN :
Video yang diunggah kanal YouTube SELEB TV berjudul “MATI KUTU!! IBUNDA FERRY IRAWAN LAPORKAN VENNA MELINDA ATAS KASUS PENGANIAYAAN…” adalah hoax atau berita bohong.
Tidak ada pernyataan atau tayangan valid yang menyatakan bahwa Hariati selaku ibunda Ferry Irawan melaporkan Venna Melinda atas kasus penganiayaan.
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta bandung.suara.com (Suara Network Jabar) mitra suara.com.
Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi).
Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini.
Berita Terkait
-
Ferry Irawan akan Ungkap Fakta Kejadian KDRT Venna Melinda di Persidangan: Harus Datang akan Ada Kejutan
-
Sat set sat set! Berkas Venna Melinda Lengkap, Ferry Irawan Resmi jadi Tersangka hingga Hotman Paris yang Teriak Kegirangan
-
Hotman Paris Bikin Ciut Sunan Kalijaga di Kasus Venna Melinda: Ini Bedanya Senior
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Brass Monkeys: Kenapa yang Jelas Lebih Baik Justru Tidak Dipilih?
-
Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir
-
Bikin Film 'Napi: Pesan dari Dalam', Erick Estrada Boyong Penghuni Lapas jadi Aktor
-
Tol Bocimi KM 72 Longsor! Jalur Arah Bogor dan Jakarta Ditutup Sementara
-
Identitas Korban Bus ALS di Muratara Mulai Terungkap, Ini Daftar Nama yang Sudah Teridentifikasi
-
5 Poin Panas Polemik PSEL Bogor: Mulai dari Ancaman Kesehatan Hingga Tawaran Studi Banding ke China
-
Bus ALS yang Terbakar di Muratara Ternyata Bawa Motor dan Tabung Gas Elpiji
-
5 Rekomendasi Brand Sepatu Lokal Terbaik yang Sedang Trend di Tahun 2026, Gaya Kamu Auto Naik Level
-
5 Rekomendasi Wisata Karawang Wajib Kamu Kunjungi Bareng Keluarga, Dijamin Seru dan Edukatif
-
Sejumlah Kader Nasdem dan Parpol Lain di Kabupaten Sarmi Papua Pindah ke PSI