- Aktor Erick Estrada memproduksi film pendek berjudul Napi: Pesan dari Dalam yang melibatkan warga binaan Lapas Surakarta.
- Kolaborasi dengan pihak Rutan bertujuan mengembangkan potensi seni sekaligus meningkatkan kepercayaan diri warga binaan melalui pelatihan kreatif.
- Film tersebut direncanakan akan diputar dalam festival film internasional seperti Toronto International Film Festival dan Busan International Film Festival.
Suara.com - Aktor Erick Estrada mencoba peruntungan sebagai produser film. Debutnya hadir lewat film pendek berjudul Napi: Pesan dari Dalam.
Menariknya, seluruh pemeran dalam film tersebut merupakan warga binaan di Lapas Surakarta. Ini menjadi representasi dari judul filmnya
Erick Estrada tidak bekerja sendiri. Ia berkolaborasi dengan Kepala Rutan Surakarta, Bhanad Shofa Kurniawan, serta seniman lokal Ki Agung Bakar Setiyoko.
Selain karena karya, alasan Erick Estrada membuat film Napi: Pesan dari Dalam juga karena ingin memajukan potensi seni di tanah kelahirannya, Solo.
"Saya sudah menetapkan diri untuk tinggal dan berkarya di Solo agar seniman-seniman Solo menasional," kata Erick dalam keterangan resmi.
Bicara soal pemain yang dipilih, aktor 39 tahun ini melihat celah dari keresahan para napi yang terkungkung di dalam.
"Saya melihat ada peluang yang luar biasa, ketika seorang napi yang mempunyai keresahan terkurung bosan kemudian diberi kebebasan berkarya seperti berakting," ujar bintang film Mendung Tanpo Udan ini.
Tak hanya berakting, Erick juga memberikan pembekalan berupa teknik berbicara di depan umum hingga ilmu media sosial kepada para napi.
Hal ini dilakukan agar para warga binaan memiliki kepercayaan diri yang tinggi dan tidak merasa rendah diri saat kembali ke masyarakat.
Baca Juga: Nuits de la Lecture 2026 Resmi Digelar, Rayakan Literasi Lewat Tema Kota dan Desa
"Di sini saya sekaligus kasih pelatihan public speaking terus caranya menjadi influencer gimana, agar ketika mereka bebas nanti nggak malu mendaftar pekerjaan," imbuh Erick.
Bintang film Yo Wis Ben ini menekankan bahwa status sebagai mantan narapidana bukan berarti akhir dari segalanya dalam urusan mencari nafkah.
"Intinya Pesan dari Dalam yang aku ambil dari keresahanku adalah mantan napi ketika keluar dari rutan harus menciptakan lapangan pekerjaan," ucapnya.
Film ini mengisahkan Satrio, seorang warga binaan yang dianggap sampah masyarakat. Ia tengah berjuang menemukan pesan dalam masa hukumannya di Surakarta.
Film ini direncanakan untuk berada dalam festival film internasional. Diantaranya Toronto International Film Festival (TIFF) serta Busan International Film Festival (BIFF).
Berita Terkait
-
Nuits de la Lecture 2026 Resmi Digelar, Rayakan Literasi Lewat Tema Kota dan Desa
-
Bluvocation Creative Festival 2025 Sukses Digelar, Hadirkan Film dan Animasi Karya Siswa di Bioskop
-
MAXStream Studios Gelar Kompetisi Film Pendek SISI, Tiga Karya Terbaik Tayang di JAFF
-
Review Film Pendek Sore Ini Milik Aksa: Sebuah Sore Sunyi yang Menyalakan Api Kreativitas
-
Kamila Andini Jadi Juri Inspiring Asia Micro Film Festival 2025: Wadah 'Bermain' Sineas Muda
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Viral Pacar Sarwendah Diduga Pakai Jam Patek Philippe Palsu, Ini Cara Bedakan Asli dan KW
-
Lawan Stroke dengan Karya, Anggia Novita Debut Jadi Produser OST Film Juminten Edan
-
Membludak! Audisi Miss Indonesia 20th Catat Peningkatan Peserta di Sejumlah Kota
-
Profil dan Pekerjaan Kevin Gusnadi, Pacar Baru Ayu Ting Ting Akhirnya Go Public
-
Jusuf Kalla Sebut Tanah Runtuh Bukan Sekadar Film, Tapi Media Pembelajaran
-
ARTJOG 2026 Angkat Kisah Luka dan Warisan Antar Generasi Melalui Seni
-
Mad World: Kolaborasi Hard Lights dengan Musisi Kelas Dunia Bergaya Techno Crossover
-
Gisella Anastasia Perdana Main Sinetron, Langsung Jadi Tokoh Utama
-
Keliling Lima Kota, Soundrenaline 2026 Tawarkan Cara Baru Menikmati Festival Musik di Indonesia
-
Davina Karamoy Korban Hanania Travel, Uang Rp164 Juta untuk Daftar Haji Terancam Lenyap