SuaraBandung.id – Penanganan kasus Mario Dandy masih tetap berlanjut.
Sebelumnya, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta, Reda Mathovani, sempat menawarkan opsi Restorative Justice, dalam kasus penganiaayaan oleh Mario Dandy terhadap David Ozora.
Namun, opsi untuk Mario Dandy cs itu menuai penolakan dan kritik tajam dari berbagai kalangan.
Sebab, aksi penganiyaan yang menimpa David Ozora tergolong sadis dan sudah mengarah kepada upaya pembunuhan.
Baru-baru ini, ayah David menuliskan pesan tentang perkembangan kondisi anaknya melalui cuitan di Twitter, Rabu (22/3/2023).
Dalam cuitannya, Jonathan Latumahina menulis pesan di depan David Ozora yang kondisinya masih terbaring dan belum sadarkan diri.
Jonathan menceritakan David masih berjuang akibat kerusakan berat pada syaraf otaknya.
Hingga kini, karena masih ada luka lubang di kerongkongannya, David masih bernafas melalui trakeostomi dan ditanam infus vena besar di bahu kirinya.
Sedangkan untuk makan dan minumnya, anak Jonathan Latumahina itu dibantu alat dengan menggunakan selang NGT.
Baca Juga: Korban Tewas Kebakaran Depo Pertamina Plumpang Jadi 33 Orang, 11 Orang Masih dalam Penanganan Medis
Tak hanya itu, pemilik akun @seeksixsuck pun menarik pemberian maaf yang sempat ia sampaikan.
“Di hari ke 30 ini, ular2 beludak itu mau pake permaafan saya saat itu untuk meringankan mereka kelak. Saya tarik ucapan itu,” tulis ayah David.
Terlebih, ia memberi kejelasan sikapnya atas tawaran penyelesaian perkara dengan opsi Restorative Justice.
Jonathan mengaku, dirinya tidak rela dan tidak akan memberikan ampunan apapun kepada para pelaku.
Anggota Gerakan Pemuda Ansor itu menyarakan kepada para pelaku untuk meminta ampunan pada tuhan.
Dengan ini, keluarga David tegas menolak opsi Restorative Justice dalam penanganan kasus yang menimpa anaknya, dan tetap ingin melanjutkan penyelesaian kasus ini dengan proses hukum. (*/Alina)
Sumber: Twitter @seeksixsuck
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
THR ASN, PPPK, Polisi dan TNI Cair Kapan? Ini Penjelasannya
-
5 Lipstik Matte yang Tidak Bikin Bibir Kering, Tahan Lama dan Tetap Nyaman Dipakai Seharian
-
Debut Gemilang Maarten Paes di Ajax Ternyata Menyisakan Rasa Sakit Hati Bagi Kiper Joeri Heerkens
-
Tragedi NS dan Fenomena Filisida: Mengapa Rumah Jadi Ruang Berbahaya bagi Anak?
-
Jay Idzes Masuk 10 Besar Bek dengan Sapuan Bola Terbanyak di Liga Italia
-
Bojan Hodak Waspadai Strategi Bertahan Madura United Saat Persib Bandung Kejar Poin Penuh Kandang
-
Pesta Gol di Bandarlampung, Paul Munster Puji Konsistensi Bhayangkara FC Tekuk Telak Semen Padang
-
Dejan Antonic Sebut Duel Semen Padang Lawan Bhayangkara FC Lucu Karena VAR Rusak dan Penalti
-
5 Pilihan Tablet RAM 16 GB Memori 512 GB Paling Murah untuk Kerja
-
Perbaikan Jalan Rusak di Jalur Mudik Dilakukan Minimal 10 Hari Sebelum Lebaran