SUARA BANDUNG - Pakar Sosiolog Roby Muhamad memiliki pendapat sendiri tentang statement Ganjar Pranowo terkait Piala Dunia U-20 dan Israel.
Menurut Roby, statement Ganjar Pranowo terkait Piala Dunia U-20 dan Israel merupakan suatu pembangkangan terhadap Pemerintah Pusat atau Presiden.
“Sebab, Piala Dunia U-20 ini merupakan sebuah agenda nasional yang bertanggung jawab adalah terkait kegiatan adalah Pemerintah Pusat atau Presiden, bukan dari Pemerintah daerah atau Gubernur,” dikutip dari kanal Total Politik pada Rabu (05/03/2023)
Roby menjelaskan, ada dua poin utama yang harus digaris bawahi terkait pembangkangan ini.
Poin pertama, menurut dia agenda nasional seperti Piala Dunia merupakan kewenangan Pemerintah Pusat, maka dari itu Pemerintah Daerah tidak boleh mengeluarkan keputusan yang bertentangan dengan Pemerintah Pusat.
“Sebetulnya kalau pun batal atau tidak ini harusnya keluar dari Pemerintah Pusat bukan dari Pemerintah Daerah, karena kita bukan negara federal maka dari itu urusan-urusan seperti ini harusnya satu pintu yaitu melalui Pemerintah Pusat,” jelas Roby.
Poin kedua, menurut dia urusan internasional seperti urusan mengenai Israel atau FIFA ini harusnya bukan menjadi urusan Pemerintah Daerah, ini merupakan domain Pemerintah Pusat.
“Kalau kita bicara mengenai Piala Dunia dan Israel ini kan sebetulnya urusan hubungan luar negeri, ngapain gubernur ngurusin hubungan luar negeri yang mana ini harusnya urusan Pemerintah Pusat atau KEMENLU” tambah Roby.
Dari poin-poin tersebut menurut dia dilihat dari segi tatanan negara ini sudah clear bahwa ini merupakan suatu pembangkangan antara Pemerintah Daerah terhadap Pemerintah Pusat.(*)
Baca Juga: Ustadz Abdul Somad Bocorkan Cara Menjadi Umat Terbaik di Hadapan Allah
Sumber : Youtube Total Politik
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Kasus Hindoli Terkuak, Tersangka Sumur Ilegal Ditangkap Usai Berpindah hingga Jambi
-
5 Mitos Pulau Kemaro yang Masih Dipercaya Warga, dari Cinta Tragis hingga Pantangan Misterius
-
Tren Baru di Jakarta, Lari Santai Tanpa Target, Ini Alasan Sepatu Cushion Makin Digemari
-
Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana
-
Hemat Bagasi Tanpa Ribet, Sepatu Lari Multifungsi Ini Bisa Dipakai Jogging, ke Mall hingga Traveling
-
Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!
-
Pertina NTT Gugat Menpora: Legalitas Perbati Tak Terbukti di Persidangan, DPP Pertina Beri Dukungan
-
Makna Sakral Tato Dayak: Mengapa Setiap Guratan di Tubuh Punya Cerita Hidup?
-
Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global
-
Segel Dibuka Selasa, Subkon Ancam Segel Ulang Gedung MUI Sukabumi Jika Kamis Belum Dibayar