SUARA BANDUNG - Sepakbola Indonesia (termasuk PSSI di dalamnya) memang tidak lepas dari drama dan kontroversi. Dinamika itu lah yang membuat persepakbolaan Indonesia selalu menjadi perbincangan.
Tidak hanya dalam negeri, bahkan dunia internasional pun menyoroti sepakbola Indonesia akhir-akhir ini. Penilaian dan pengawasan FIFA terhadap PSSI misalnya atau pemberitaan media asing terkait sepakbola Indonesia.
Dua peristiwa besar dalam dunia sepakbola terjadi dalam kurun waktu kurang dari setengah tahun di Indonesia.
Pertama, tragedi Kanjuruhan, 1 Oktober 2022. Tragedi mengenaskan itu memakan korban sebanyak 135 jiwa. Ini menjadi angka kematian terbesar kedua di dunia dalam sejarah sepakbola setelah tragedi Estadio Nacional, Peru (24/5/1964) dengan korban sebanyak 328 jiwa.
Akibat peristiwa itu, pemerintah beserta penyelenggara memutuskan untuk menghentikan sementara jalannya Liga Indonesia, sebagai bentuk penghormatan terhadap para korban dan menyiapkan langkah hukum atas kejadian tersebut
FIFA tentu mengetahui tragedi kelam itu. Bahkan banyak pihak yang memprediksi Indonesia akan mendapatkan sanksi berat dari federasi sepakbola dunia itu. Namun nyatanya tidak sama sekali.
Kedua, penolakan timnas sepakbola Israel dan pencabutan status tuan rumah Piala Dunia U20 dari Indonesia. FIFA resmi mencabut status tuan rumah piala dunia U20 dari Indonesia pada Rabu (29/3/2023).
Bahkan dalam lamam resminya, FIFA secara tersurat akan memberikan sanksi kepada Indonesja (dalam hal ini PSSI). Pada Kamis (6/4/2023), FIFA resmi mengumumkan sanksi untuk Indonesia berupa pembekuan dana operasional FIFA Foward untuk PSSI.
Lagi-lagi, sanksi ini terbilang ringan karena bersifat administratif. Bahkan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir dengan jelas menyebutkan hukuman ini hanya kartu kuning bukan kartu merah.
Salah satu pengguna twitter dengan akun @FahmiAgustian turut berkomentar, "Harus bersyukur atau bersedih? Bingung. Dua kali Indonesia lolos dari sanksi berat FIFA. Ini PSSI emang punya nyawa cadangan berapa ya? Atau emang faktor Erick Thohir? Bisa jadijadi," tulisnya.
Fahmi merasa bersyukur, karena sepakbola Indonesia tidak kena banned FIFA. Namun, ia pun merasa bersedih, karena dengan hal itu bisa jadi Indonesia atau PSSI akan menganggap mudah soal regulasi.
Fahmi menilai, pemberian sanksi ringan oleh FIFA terhadap PSSI tidak luput dari peran dan kedekatan Erick Thohir dengan Gianni Infantino (Presiden FIFA). Terbukti, Erick Thohir ampuh meloloskan Indonesia dari sanksi berat FIFA.
Sumber: Twitter @FahmiAgustian
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal
-
Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?
-
Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan
-
Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim
-
Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman
-
Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus
-
Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah
-
30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?
-
Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027
-
Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!