SUARA BANDUNG - Ibunda Ken Admiral menangis hingga sujud syukur, usai proses kasus penganiayaan terhadap anaknya kini diproses oleh Polda Sumatera Utara.
Diketahui, kasus penganiayaan yang menimpa Ken Admiral oleh anak AKBP Achiruddin, AH terjadi pada tanggal 22 Desember 2022 lalu.
Bermula dari permintaan ganti rugi spion mobil milik Ken Admiral yang dirusak oleh AH pada 21 Desember 2022, pemuda tersebut datang ke rumah pelaku sehari setelahnya, untuk meminta ganti rugi.
Bukannya mendapatkan uang ganti rugi, Ken Admiral justru mendapatkan penganiayaan yang menyebabkan pelipisnya terluka.
Kejadian tersebut bahkan membuat mahasiswa yang kuliah di Manchester tersebut hingga saat ini terganggu penglihatannya, bahkan laporan pertama kali ke Polrestabes, namun ternyata prosesnya mandek selama 4 bulan lamanya.
Hingga kini kembali viral, usai kakak dari korban yang membagikan kisah adiknya kepada akun Twitter @mazzini_gsp, lantas penganiayaan tersebut diviralkan.
Di balik itu, menurut pengakuan sang ibunda Ken, pihak keluarganya juga melaporkan kasus itu ke Polda Sumatera sekitar dua minggu yang lalu.
Lantas, mereka mendapatkan panggilan dan kejelasan, bahwa kasus tersebut akhirnya diproses oleh pihak Polda.
"Saya nggak nyangka (diproses), karena kita kan bukan orang siapa-siapa," kata ibunda Ken, Selasa (25/4/2023).
Baca Juga: Dibungkam Brentford di Stamford Bridge, Lampard Sebut Chelsea Sedang Krisis Kepercayaan Diri
Sambil menangis, ia menyampaikan kondisi penganiayaan tersebut yang saat ini videonya telah beredar luas di dunia maya.
"Karena Bapak lihat sendiri videonya kan, Pak. Kek mana diinjaknya anak saya. Untung anak saya nggak meninggal Pak," katanya.
Sebagai rasa syukurnya, perempuan berhijab coklat itu sampai sujud syukur, mengucapkan terima kasih kepada pihak Polda Sumatera Utara yang mau memproses kasus tersebut. (*)
Sumber: Konferensi Pers Polda Sumatera Utara melalui Siaran Langsung Instagram @poldasumaterautara
Berita Terkait
-
Ngeri! Akibat Bonyok Dianiaya Aditya Hasibuan, Ibu Ken Admiral Ungkap Kondisi Putranya: Gak Bisa Lihat Cahaya
-
Hotman Paris Gundah Mendengar Kekejian Aditya Hasibuan Anak AKBP Achiruddin Hasibuan: Ayok Badan Netizen Indonesia
-
Kuasa Hukum David Ozora Angkat Bicara Soal Anak AKBP Achiruddin Hasibuan: Jangan Kasih Ampun Pelaku Ini!
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga