News / Nasional
Senin, 15 Juni 2026 | 07:46 WIB
Polisi memasang barikade saat berlangsungnya aksi unjuk rasa mahasiswa di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (12/6/2026). [ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/bar]
Baca 10 detik
  • Mahasiswa Universitas Bung Karno akan menggelar aksi demonstrasi di kawasan Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin, 15 Juni 2026.
  • Massa aksi menyuarakan enam tuntutan, termasuk evaluasi program MBG serta peninjauan ulang kebijakan kenaikan harga BBM.
  • Peserta juga menuntut pemerintah menghentikan praktik militerisme sipil, menjaga stabilitas nilai rupiah, serta menjamin hak pendidikan yang inklusif dan terjangkau.

Suara.com - Mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) akan menggelar aksi demonstrasi di kawasan Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (15/6/2026).

Mereka membawa sederet tuntutan yang menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG), kenaikan harga BBM, hingga isu militerisme di ranah sipil.

Aksi yang dipusatkan di Jalan Medan Merdeka Selatan itu akan melibatkan sekitar 200 mahasiswa dari sejumlah fakultas di UBK. Massa dijadwalkan bergerak dari kampus UBK di Cikini menuju lokasi aksi pada Senin pagi.

Ketua BEM Fakultas Hukum UBK, M Abdi Maludin, mengatakan demonstrasi akan dimulai sekitar pukul 11.00 WIB setelah massa berkumpul di kampus.

Selain mahasiswa UBK, aksi juga berpotensi diikuti mahasiswa dari sejumlah kampus lain yang telah berkoordinasi sebelumnya, termasuk Universitas Pamulang dan Universitas Muhammadiyah Jakarta.

Massa demonstran melakukan aksi protes kenaikan BBM dan harga pangan di Jalan Sudirman pada Jumat, 12 Juni 2026. (Suara.com/Faqih)

Dalam aksi tersebut, mahasiswa akan menyuarakan enam tuntutan kepada pemerintah.

Sorotan utama diarahkan pada Program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih. Mahasiswa mendesak pemerintah menghentikan sementara kedua program tersebut untuk dilakukan evaluasi secara menyeluruh.

Mereka juga meminta pemerintah meninjau ulang Undang-Undang Kepolisian serta menghentikan praktik militerisme di ruang sipil.

Di sektor ekonomi, mahasiswa menuntut pemerintah mengambil langkah strategis untuk menjaga stabilitas nilai rupiah dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

Baca Juga: Jangan Adu Rakyat vs Rakyat, TB Hasanuddin Tegaskan Komcad Tak Boleh Hadapi Demo Mahasiswa

Isu pendidikan turut menjadi perhatian. Massa aksi menuntut pemenuhan hak pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat.

Sementara itu, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) juga masuk dalam daftar tuntutan. Mahasiswa meminta pemerintah meninjau kembali kebijakan tersebut karena dinilai semakin membebani masyarakat.

Load More