SUARA BANDUNG - Sebuah video lama tersebar saat Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun memperkenalkan Salam Kristen kepada para santri.
Dikutip dari akun Instagram @say.kocak pada (8/8/23), Pimpinan Ponpen Al Zaytun , Panji Gumilang terlihat menyambut Lucky Hakim yang waktu itu menjadi kepala daerah.
Penyambutan saat itu tidak hanya memperkenalkan Lucky Hakim, Panji Gumilang pun sempat memperkenalkan salam yang lain selain Assalamua'laikum.
"Saya mengajak saudara-saudara untuk mengucapkan salam yang tidak Assalamualaikum saja," ujar Panji Gumilang.
"Sambil kita bernyanyi, saya kira yang hadir walaupun tidak pandai, tapi bisa bernyanyi. Kita ucapkan kepada sahabat kita "havenu shalom aleichem", dalam bentuk bernyanyi. Silakan berdiri, karena ini satu syuro," sambungnya, diikuti para santri dan Lucky Hakim yang berdiri dari tempat duduknya.
Dikutip dari salah satu akun Twitter @cahayaguru, terdapat penjelasan mengenai 'Havenu Shalom Aleichem'.
"Umat Kristen Katolik dan Kristen Protestan di Indonesia biasanya mengucapkan salam damai atau salam sejahtera untuk menyapa. Kata lain dengan pengertian yang sama yaitu syalom," ujar akun tersebut.
"Kalimat lengkapnya yaitu 'shalom aleichem' atau 'havenu shalom aleichem: yang berarti damai dan sejahtera kiranya menyertaimu. Salam seperti ini lazim ditemukan di wilayah Timur Tengah," sambungnya.(*)
Baca Juga: Indra Sjafri Jabarkan Statistik Mentereng Timnas Indonesia usai Hajar Timor Leste
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026