SUARA BANDUNG - Shin Tae Yong sebagai pelatih Timnas Indonesia, saat pertama datang ke Indonesia, terkejut soal pola makan pemain tanah air.
Menurut keterangan Shin Tae Yong, dikutip dari Wawancara bersama Deddy Corbuzier, ia geleng-geleng kepala mengenai pola makan pemain Timnas Indonesia kala itu.
Sebagian pemain Timnas Indonesia menurut Shin Tae Yong tidak memahami menu makanan yang baik untuk atlet.
Maka dari itu, ia cukup banyak pekerjaan rumah saat pertama melihat kebiasaan pemain Indonesia.
Seirama dengan Shin Tae Yong, Coach Justin yang dulunya sebagai pelatih Timnas juga, mengatakan demikian.
Coach Justin yang kini jadi pengamat sepakbola nasional maupun internasional, waktu melatih Timnas ia blak-blakan sering ribut.
"Atlet itu makan bukan untuk lidah, tapi makan untuk body. Sementara atlet kita makan harus enak," jelas Coach Justin, dilansir dari TikTok @statusbola.id, (18/7/2023).
"Makanya gue sering ribut dulu, engga boleh makan ini, engga boleh makan itu," imbuhnya.
"Itu yang membuat gue, 'lu ngaku diri lu atlet profesional tapi lu tidak bisa bertindak sebagai atlet'," lanjutnya.
Baca Juga: Nelayan Ngeluh setelah Pantai di Lampung Dibersihkan Sampahnya, Ternyata Ini Alasannya
Ternyata Coach Justin menerapkan apa yang dilakukan sekarang, waktu melatih Timnas Indonesia futsal.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Jelang Muktamar Ke-35, KH Miftachul Ahyar Tinjau Kesiapan di Tambakberas
-
Bagaimana Cara Kerja Magnet dan Sifat-sifatnya? Ini Penjelasannya
-
Hadapi Badai Efisiensi, Local Media Community Makassar Dorong Diversifikasi Bisnis
-
Ritual Berujung Petaka di Bone: ASN Ngamuk Ngaku Arung Palakka Terpaksa Diikat di Pohon
-
Harga Rice Cooker Miyako Kapasitas 0,6 Liter, Hemat Listrik untuk Anak Kos
-
Surat untuk Hari yang Telah Berlalu
-
TPNPB-OPM Akui Tembak TNI dan Intel di Tolikara, Ada Korban Jiwa
-
Hamsad Rangkuti dan Kisah Perjuangan Melawan Tentara NICA dalam BukuKereta Pagi Jam 5
-
Bukan Pengangkatan Otomatis, Begini Skema Guru PPPK Jadi PNS pada 2027
-
Riset CORE Ungkap Trik Pemerintah Sembunyikan Utang, Dari Whoosh hingga Burden Sharing BI