SUARA BANDUNG - Buya Yahya tegaskan kepada para orang tua supaya tidak menjadikan anak sebagai mesin uang.
Menurut Buya Yahya apabila orang tua menjadikan anak mesin uang maka sesungguhnya itu perbuatan zalim.
Dalam kajiannya Buya Yahya menjelaskan bahwa seharusnya orang tua menjadikan anak sebagai mesin pahala.
Buya Yahya menyebut jika orang tua menjadikan anak mesin uang dan kaya raya, belum tentu sang anak akan kaya raya.
“Berpikir seolah menjadikan mereka kaya raya, itu pun belum tentu kaya. Sudah salah itu niatnya!” kata Buya dikutip dari YouTube Al-Bahjah TV (28/7/2032).
Namun jika orang tua membuat anaknya sebagai mesin uang yang menjadikan mesin pahala, itu lain hal.
“Itu bagus jika membuat anaknya sebagai anak mesin uang yang menjadikan mesin pahala yang terus mengalir kepada anda wahai para orang tua,” jelasnya.
Hal yang paling salah yaitu orang tua tak peduli urusan anaknya yang penting sukses dunia meskipun berakhir masuk neraka.
“Tidak berpikir anaknya sholat atau tidak, bergaul dengan siapa, dekat dengan ulama siapa, berapa lembar Al Quran yang dibaca tiap hari,” tutur Buya.
Baca Juga: Ungkap Amalan Dahsyat Bisa Membuat Manusia Lebih Mulia, Buya Yahya: Melebihi Malaikat!
Seharusnya orang tua peduli dengan anak bukan soal duniawi, tapi juga mengenai bekal untuk kesuksesan akhiratnya. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Perlindungan Investor RI Masih Lemah, SIPF Minta Suntikan APBN
-
Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih
-
Timnas Indonesia Masih Bisa Lolos Piala Dunia 2026? FIFA Dikabarkan Gelar Play-off Tambahan
-
Apa Beda Whistleblower dan Justice Collaborator di Kasus Pelecehan FH UI?
-
7 Fakta Tragedi Calon Jemaah Haji di Jepara yang Meninggal Jelang Keberangkatan
-
Kasus Siswa SMP Siak Meninggal: Kementerian PPPA Minta Evaluasi Praktik Sekolah
-
BRI Dukung Komunitas Hiking, Burjo Ngegas Gombel Hadirkan Ruang Kolaborasi Positif
-
Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'
-
Kreatif Saja Tak Cukup, UMK Kuliner Perlu Bimtek untuk Tembus Pasar Lebih Luas
-
16 Nama Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual ke 27 Orang