SUARA BANDUNG - Anak pertama Bambang Pamungkas, Jane Abel menceritakan kisahnya dicoret dari Kartu Keluarga (KK) KK hingga perundungan yang ia terima sedari kecil kepada Feni Rose.
Jane Abel menyebut jika sejak kecil teman-temannya tak percaya jika dirinya adalah anak pesepakbola legendaris, Bambang Pamungkas.
Perlu diketahui sebelumnya, ibunda Jane Abel telah meninggal dunia sejak ia masih bayi dan Bambang Pamungkas kini telah memiliki keluarga baru.
Bahkan, Jane Abel pun menguak fakta mengejutkan jika namanya dicoret dari KK oleh Bambang Pamungkas.
Awal pertama ia tahu telah dicoret dari KK adalah saat salah satu aplikasi di ponselnya perlu diperbarui. Untuk hal tersebut, Abel membutuhkan data diri dari dokumen pribadi, yakni KTP.
"Ketika aku scan, di situ keluar pemberitahuan kalau KTP yang digunakan tidak tercatat di Dukcapil manapun. Bingung dong, padahal baru banget KTP aku, belum ada setahun," ujar Jane Abel pada Feni Rose, dikanal YouTube si presenter, dikutip hari Sabtu (5/8/2023).
Namun sebelumnya, saat dirinya usia 20 tahun, sudah sempat membuat KTP yang diakui dikirimkan pihak Dukcapil ke rumah Bambang Pamungkas, namun dinyatakan hilang.
Bunda Amalia, mantan istri kedua Bambang lantas membantu Abel mengurus KTP baru yang akhirnya menjadi dokumen pribadinya dan ia pegang sendiri.
Akan tetapi, kejadian ditolaknya KTP baru Abel di sebuah aplikasi tersebut lantas membuat perempuan itu curiga. Hingga akhirnya ia mendatangi Keluarahan Pejaten, Jakarta Selatan mempertanyakan peristiwa itu.
Baca Juga: Emil Audero Minta Bantuan ke Erick Thohir untuk Bela Timnas Indonesia, Benarkah?
Mengejutkannya, pihak kelurahan justru mengatakan bahwa pihak mereka telah menerima pengajuan pindah dilengkapi dokumen KTP dan tanda tangan atas namanya.
"Padahalkan di situ aku nggak tahu. KTP itu aku pegang," katanya.
Tak kehabisan akal, Abel pergi ke Dukcapil DKI dan mendapat keterangan jika anak berusia 17 ke atas yang memiliki KTP, jika ingin pindah harus mengajukan sendiri.
Karena ia tidak merasa mengurus hal itu, Abel menyerahkan KTP yang ia miliki pada pihak Dukcapil untuk diperiksa.
"Selang beberapa hari, dapat konfirmasi. Ternyata ada 2 KTP yang berbeda," tambahnya.
Ternyata, KTP yang digunakan seseorang untuk memindahkan namanya dari KK Bambang Pamungkas adalah KTP pertama yang sempat hilang. (*)
Berita Terkait
-
Ternyata Bambang Pamungkas Pernah 'Dibanned' PSSI: Di Bangsa Mana, Ada Pemain Main Buat Timnas Disanksi
-
Bambang Pamungkas Sejak Lama Sudah Prediksi Shin Tae Yong akan Susah Cari Striker Timnas?
-
Athalla Naufal Emosi Gara-Gara Dipeluk Ferry Irawan, Ancam Keluar dari KK jika Venna Melinda Kembali Rujuk
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan