SUARA BANDUNG – Perdagangan orang sebagai salah satu bentuk pelanggaran hak asasi manusia, dapat menyebabkan dampak fisik dan mental bagi para korban.
Kematian pun juga bisa menjadi salah satu dampak terburuk yang akan terjadi, maka perlunya kehati-kehatian terhada isu perdagangan orang.
Lalu siapa saja yang sangat rentan menjadi korban dari perdagangan orang? Hal ini bisa dilihat dari gaya hidup hingga situasi. Karena pelaku akan memanfaatkan kondisi yang tengah dialami oleh target korban.
Para pelaku menganggap korban sebagai komoditas atau barang untuk memperoleh keuntungan dengan memanfaatkan kelengahan dari korban.
Yang pertama, kaum perempuan adalah yang paling kerap kali dijadikan sasaran sebagai korban perdagangan orang. Kelemahan dan kekurangan yang dimiliki perempuan menjadi sentaja bagi pelaku dalam upaya memperbudak mereka.
Yang kedua adalah anak-anak. Selain perempuan, anak-anak dengan kepolosan dan ketidakpahaman mereka terhadap situasi menjadikan mereka mudah dijadikan target atau sasaran pelaku perdagangan orang.
Yang ketiga yaitu orang yang termasuk kategori miskin. Mereka rentan menjadi korban karena terdapat tekanan untuk memenuhi kebutuhan hidup, dan ekonomi yang kurang sehingga pelaku memanfaatkan kondisi tersebut.
Yang keempat yaitu orang dengan gaya hidup konsumtif. Siapa sangka orang seperti ini termasuk dalam salah satu sasaran pelaku perdagangan orang. Karena dengan gaya hidup tersebut menjadi boomerang bagi mereka sendiri sehingga rentan dimanfaatkan orang.
Yang kelima adalah orang yang tidak memiliki keterampilan. Kembali lagi, para pelaku akan memanfaatkan orang-orang yang tak berdaya untuk tujian keji mereka.
Baca Juga: Bikin Ulah Saat Konser, Malaysia Tuntut The 1975 Ganti Rugi Rp 40,8 Miliar
Selanjutnya yaitu orang dengn pendidikan rendah juga rentan menjadi korban perdagangan orang. Dikarenakan sulitnya mencari pekerjaan bagi mereka sehingga ketika dihadapkan pada peluang, dengan ketidaktahuan yang dimiliki mereka dengan mudah mengambilnya.
Selain itu, korban KDRT dan korban konflik lain serta bencana juga rentan menjadi korban perdagangan orang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Kementerian Ekraf Perluas Pasar Produk Kreatif ke Kanada
-
Total Jadi 27 Orang, Seretan Tersangka Kekerasan Anak di Daycare Little Aresha Kian Panjang
-
Bayi Sengaja Ditinggal di Toilet Kereta Eksekutif KA Sancaka Jurusan Jogja - Surabaya
-
Kemnaker Klaim Belum Ada Laporan PHK di TikTok Tokopedia
-
Satu Wewangian Tak Lagi Cukup, Tren Memilih Parfum Berdasarkan Suasana Hati Makin Populer
-
Program 'Speling' Jateng di Banyumas, Wagub Taj Yasin Dekatkan Dokter Spesialis ke Tingkat Kecamatan
-
6 Shio yang Berpotensi Dapat Keberuntungan dan Kesuksesan 5 Juli 2026
-
4 Krim Malam Terbaik untuk Hempas Flek Hitam Usia 40 Tahun Berdasarkan Review
-
Muhammadiyah Ingatkan Pemerintah: Jangan Ada Militerisasi di Kehidupan Sipil
-
Buka-bukaan Robi Darwis Ungkap Alasan Tinggalkan Persib Demi Gabung Arema FC