Strategi untuk mendorong kebijakan yang pro perempuan salah satunya dengan meningkatkan representasi dan kepemimpinan perempuan dalam pengambilan kebijakan publik. Menguatkan pengetahuan, wawasan dan riset terkait kebijakan inklusif.
Perempuan sebagai salah satu elemen yang menduduki jumlah yang cukup besar di Negara ini memiliki peran strategis dalam berbagai bidang, terlebih partisipasinya dalam politik di Indonesia.
Memaknai peran strategis tersebut, maka perempuan memiliki hak-hak yang sama dalam memilih keterwakilannya untuk mensukseskan pemilu tahun 2024.
Berdasarkan Daftar Pemilih Tetap Pemilu Tahun 2024 dengan Total Pemilih 204.807.222 jiwa, yakni Laki-laki 102.218.503 (49,91 persen) dan perempuan 102.588.719 (50,09 persen) (sumber: Keputusan KPU Nomor 857 Tahun 2023), membuktikan bahwa pemilih perempuan lebih banyak.
Sedangkan salah satu variabel pembentuk Indeks Pemberdayaan Gender (IPG) keterlibatan perempuan dalam parlemen di Indonesia pada tahun 2022 hanya 21,74% (sumber : bps.go.id) belum mencapai kuota 30 persen.
Urgensinya pada Pemilu Tahun 2024, pemilih perempuan juga memilih kandidat perempuan sebagai keterwakilannya di parlemen (women support women)
Pada Pemilu Tahun 2019 partisipasi pemilih perempuan memberikan kontribusi yang tinggi sebanyak 80,85 juta jiwa. Peningkatan partisipasi perempuan dalam Pemilu Tahun 2024 akan berkorelasi dengan pengambilan keputusan politik yang berkeadilan gender.
Upaya yang harus dilakukan adanya komitmen kuat dari pemerintah, penyelenggara dan pengawas pemilu, partai, kandidat perempuan yang konsisten dalam agenda perjuangan perempuan, serta pemilih perempuan.
Keterwakilan perempuan di parlemen mengikis ketimpangan gender dalam politik. Pelibatan perempuan dalam menyuarakan perubahan dan ambil peran dalam pengambilan keputusan sangat penting, seperti penyusunan RUU Kesetaraan Gender untuk memberikan akses perempuan setara dalam pembangunan, UU Cipta Kerja terhadap perempuan pekerja Migran Indonesia dan lain-lain.
Baca Juga: Ada Egy Maulana Vikri, Berikut 6 Pemain Andalan Shin Tae Yong untuk FIFA Matchday
Momentum Pemilu serentak 2024 merupakan agenda yang layak untuk konsolidasi perempuan Indonesia, demi terwujudnya kesejahteraan yang berkeadilan gender dengan terus mendorong tercapainya kuota 30 persen.
Partisipasi politik perempuan untuk mensukseskan Pemilu ini sebagai langkah konkrit dalam membangun Indonesia yang maju dan sejahtera.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal
-
Bank Sumsel Babel Pacu Digitalisasi Keuangan Daerah, Banyuasin Percepat Implementasi KKPD
-
Di Tengah Ramai Desakan Tes Urine, Prima Salam Kembali Muncul di Acara Gerindra
-
Rp160 Miliar Diduga Tak Pernah Masuk Kas Daerah, Aktor Utama Korupsi Sungai Lalan Dibidik
-
Dari Apel Premium hingga Cokelat, Gaya Hidup Sehat Ala Selandia Baru Hadir di Indonesia
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Meski Angkat Koper, Arda Guler Selamatkan Wajah Timnas Turki di Piala Dunia 2026
-
Cerita Fajar Nugra Ubah Penampilan demi Film Pemikat Jiwa
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA