SUARA BANDUNG - Persebaya Surabaya fokus mempersiapkan laga pekan ke-12 Liga 1 2023/2024 melawan Madura United FC.
Usai jalani beberapa hari jeda kompetisi, caretaker Persebaya Uston Nawawi langsung menggembleng latihan fisik agar kondisi pemain mencapai 100 persen.
Laga Madura United vs Persebaya akan berlangsung di Stadion Gelora Bangkalan, pada Minggu, (17/9/2023) pukul 15.00 WIB.
Sekarang ini, tim sudah fokus memasuki latihan taktikal untuk menyiapkan strategi melawan Madura United.
"Tentunya kita mempelajari gaya bermain Madura United seperti apa. Kita terapkan pada latihan taktikal," kata Uston Nawawi.
Sebenarnya Persebaya sudah memiliki modal bagus untuk laga bertajuk derby Suramadu ini.
Dalam lima pertemuan terakhir, Persebaya selalu meraih hasil positif dengan empat kemenangan dan satu hasil imbang.
Namun, situasi sekarang ini berbeda. Terlebih Madura United sebagai penghuni puncak klasemen Liga 1 sementara menorehkan 23 poin.
Ditambah lagi, skuad Laskar Sape Kerab menjadi tim paling produktif lantaran sudah mencetak 21 gol dari 11 laga yang sudah dilakoni.
Baca Juga: Timnas Indonesia U-23 Menang 2-0 Melawan Turkmenistan, Istri Pratama Arhan Jadi Trending Topic
Uston Nawawi menilai kekuatan Madura United cukup merata, sehingga fokus persiapan tidak hanya menyiapkan strategi meredam agresivitas pemain tertentu.
"Madura United tentunya tim bagus, apalagi mereka di table (klasemen Liga 1) kan nomor satu. Kita semua tahu mereka tidak pernah kalah di kandang," katanya.
"Hampir merata, di belakang, tengah dan depan (kekuatan Madura United). Mereka juga termasuk satu di antara tim produktif," sambung juru taktik asal Sidoarjo itu.
Skuad Bajul Ijo akan menghadapi ujian di laga pekan ke-12 Liga 1. Mereka pun bertekad untuk melanjutkan tren positif, yang lima laga terakhir tidak tersentuh kekalahan. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026