SUARA BANDUNG - Tommy Welly salah seorang pakar tentang sepakbola nasional menyoroti pendekatan PSSI terhadap Indra Sjafri di Asian Games 2023. Dia juga menyebut jika Timnas Indonesia digadang-gadang sudah level Asia.
Tapi, menurut Bung Towel, Asian Games yang sudah masuk dalam ranah turnamen se-asia, justru PSSI menurunkan bukan tim terbaiknya pada skuad Timnas Indonesia.
Bahkan Bung Towel membandingkan dengan persiapan Asian Games 2018, di mana Timnas Indonesia sangat serius kala itu.
"Kita bilang, kita sudah level Asia," ucap Bung Towel, dilansir dari kanal YouTube Sportify Indonesia, (27/9/2023).
"Sekarang treatment-nya terhadap tim Asian Games level Asia belum?" imbuhnya.
Menurut Towel pendekatan Federasi terhadap tim Asian Games Indra Sjafri tidak menggambarkan seperti level asia.
"Pertanyaan saya, sekarang pendekatan kita terhadap tim Asian Games level asia ga? Engga si menurut saya," terangnya.
"Kan kalau kita fokus, let say, 2018 kita mengirimkan tim terbaik ga ketika tuan rumah? Tim terbaik," lanjutnya.
Towel sendiri menjadi bingung mengapa PSSI tidak memaksimalkan potensi Timnas di level Asia untuk pesta akbar olahraga Asian Games 2023.
Baca Juga: 4 Alasan Kenapa Kamu Perlu Makan Buah Tiap Hari, Yakin Masih Gak Mau?
Sebelumnya, Timnas Indonesia disebut sudah mencapai level asia setelah Shin Tae Yong (STY) mampu meloloskan Garuda ke pentas Piala Asia 2023.
Bahkan, STY juga mengantarkan tim U-23 Indonesia ke Piala Asia U-23, oleh sebabnya, Garuda diklaim telah naik level.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Damkarmat Lamsel Berhasil Luluhkan Hati Gadis Bengkulu yang Nyaris Kabur ke Jakarta
-
Penjelasan Resmi Dukcapil Soal Larangan Serahkan KTP Saat Check-in Hotel
-
Melihat Pengembangbiakan Unta Australia di Mojokerto
-
Menonton Pesta Babi di Sidrap: Tentang Literasi dan Larangan yang Ironis
-
H3RO Esports 6.0 Resmi Berakhir, Tri dan Indosat Cetak Ribuan Talenta Baru Esports Indonesia
-
Tepis Isu Intimidasi, Dudung Sebut Presiden Prabowo Terbuka pada Kritik: Jangan Dipelintir!
-
6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
-
Paradoks Literasi: Mengapa Kita Banyak Membaca tetapi Sedikit Memahami?
-
3 Body Butter Viva Cosmetics yang Wanginya Enak dan Bikin Kulit Lembap
-
KPK Perpanjang Masa Tahanan Bupati nonaktif Tulungagung Gatut Sunu Wibowo