SUARA BANDUNG – Usai film documenter Netflix ‘Ice Cold’ viral, akhirnya banyak publik yang membuka kembali kasus Kopi Sianida.
Selain tersangka Jessica Kumala Wongso, ayah Mirna Salihin, Edi Darmawan Salihin juga senter menjadi perbincangan publik.
Baik dalam flm documenter ‘Ice Cold’ maupun saat dalam wawancara, ayah Mirna Salihin selalu melontarkan statement yang memancing kecurigaan publik.
Bahkan, Edi Darmawan Salihin pun mengatakan jika 10 orang Hotman Paris pun tidak bisa membebaskan Jessica Kumala Wongso.
Terkait ungkapan ayah Mirna Salihin tersebut, Hotman Paris pun membenarkannya.
Menurut Hotman Paris benar bahwa ia tidak bisa membebaskan Jessica karena putusan PK Mahkamah Agung sudah final.
“Halo bapaknya Mirna, anda mengatakan di medsos bahwa sepuluh kayak Hotman tidak bisa membebaskan Jessica anda benar, karena memang putusan PK Mahkamah Agung sudah final, tidak bisa diajukan hukum apa pun,” ungkapnya, dikutip dari akun TikTok @michaelasa799, Minggu (8/10/2023).
Meski begitu, Hotman Paris mengingatkan ayah Mirna Salihin mengenai penguat fakta dipersidangan, yang tidak ada satu pun bukti bahwa Jessica menaruh kopi sianida.
“Namun demikian, apabila baca putusan dan penguat fakta persidangan di dalam persidangan, tidak ada bukti yang secara direct langsung membuktikan bahwa Jessica lah yang menaruh sianida di kopi,” bebernya.
Baca Juga: 100 Ton Ikan Tuna Yellow Fins Kualitas Terbaik dari Papua Diekspor ke Jepang
Menurut Hotman Paris, bukti-bukti yang menunjukan Jessica tersangka hanya dari hasil analisa secara tidak langsung.
Disisi lain, ayah Mirna Salihin mengaku memiliki rekaman saat Jessica menaruh sianida ke kopi sang anak.
Berita Terkait
-
Ternyata Ayah Mirna Sendiri yang Selipkan Uang ke Tas Reza Indragiri, Segini Jumlahnya
-
Profil Karni Ilyas, Jurnalis Senior yang Bikin Ayah Mirna Salihin Keceplosan Berkali-kali Saat Wawancara
-
'Bukti Bisa Multitafsir', Hotman Paris Sentil Pendapat Ayah Mirna Yakin Jika Jessica Wongso Pembunuh Anaknya
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Drama Overtime Antar Perbanas ke Asia, Ubaya Kuasai Takhta Putri Campus League 2026
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Banyak Keluarga Melakukannya, Merencanakan Akhir Hayat Kini Jadi Bagian dari Financial Planning
-
Dari Live Shopping ke PayLater, Begini Cara Generasi Digital Berbelanja Sekarang
-
Siap-Siap Merinding Sekaligus Ngakak, Film Dukun Magang Tampilkan Kuntilanak Hitam
-
Jelajah Tri: Dari Benteng Kuto Besak hingga Ampera, Palembang Makin Terkoneksi di Era Digital
-
Curhat Ratu Sofya, Belum Terima Honor Sepeserpun usai Main Film Dosa
-
Sengkarut Data Alamat di Hari Pertama SPMB Malang 2026
-
2 Oknum Perwira Polda Jatim Diduga Terlibat Jaringan Narkoba Internasional
-
Perempuan Tak Sekadar Belanja, Bazar Fesyen Bertransformasi Jadi Ruang Bertumbuh dan Berjejaring