SUARA BANDUNG – Persib Bandung mencuri satu poin dari kandang Borneo FC setelah menahan imbang Pesut Etam pada kompetisi BRI Liga 1 2023/2024 pekan ke-16 di Stadion Segiri Samarinda.
Persib mengalami kesulitan untuk mengembangkan permainan pada babak pertama, hal ini dikarenakan Borneo FC menumpuk lima pemain di lini tengah untuk meredam kekuatan Persib.
Pada babak pertama tercatat hanya ada dua peluang yang tercipta yakni melalui David da Silva pada menit ke delapan dan tendangan Beckam Putra yang melenceng dari gawang.
Borneo FC yang terus bermain menekan akhirnya mampu mencetak gol pada menit ke-15, Leo Guntara melepaskan tendangan keras yang gagal ditepis Teja Mangku Alam.
Hingga babak pertama berakhir Borneo FC terus memberikan pressing ketat pada para pemain Persib, sehingga menyulitkan Persib untuk membongkar pertahanan lawan.
Pengamat sepak bola Binder Singh menilai justru Borneo FC melakukan kesalahan krusial ketika memasuki babak kedua.
Pemain Borneo menurunkan tempo dan memilih bertahan sejak menit awal babak kedua sehingga membuka peluang bagi Persib untuk membongkar pertahanan Pesut Etam.
“Saya bingung, diawal babak kedua kok langsung tiba-tiba fokus dalam bertahan maka itu di babak kedua Borneo FC tidak bisa menciptakan peluang,” ujar Binder Singh dikutip dari kanal Youtube Bola Bung Binder.
Hal ini membuat pemain Bornoe FC terus tertekan, sementara Persib dengan leluasa dan pantang menyerah berusaha menembus lini belakang Borneo FC dan menciptakan banyak peluang berbahaya.
Baca Juga: Dikabarkan Pensiun Dini, Rekam Jejak Evan Dimas Bukan Pemain Kaleng-Kaleng
Di sisi lain, kecerdasan dan pengalaman seorang Bojan Hodak terbukti pada laga krusial tersebut.
Dia memasukkan Frets Butuan, manuvernya kerap menyulitkan lawan meskipun tidak mencetak gol Frets mampu merubah jalannya permainan terutama di sektor kiri.
Selain itu Bojan Hodak juga menambah amunisi dengan memasukkan Ezra Wulian pada momen yang tepat.
“Waduh saya enggak nyangka loh, kembali dia melakukan pergantian pemain yang bisa mengubah jalannya pertandingan, luar biasa pelatih ini,” ujarnya.
“Padahal dia sudah memainkan amunisi-amunisi terbaiknya dari babak pertama, tetapi ketika dia melihat Beckam Putra kesulitan bermain kreatif, kemudian dia memainkan Frets,” ujar Binder.
Hasilnya Persib semakin intens menekan dan banyak menciptakan peluang berbahaya yang membuat Borneo FC semakin kewalahan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
- Syifa Hadju Anak Siapa? Ayah Kandung Dikabarkan Siap Jadi Wali Nikah
Pilihan
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
-
Profil Mohammad Jumhur Hidayat, Aktivis Buruh yang Kini Jadi Menteri Lingkungan Hidup
-
Prabowo Kocok Ulang Kabinet: Jumhur Hidayat Dilantik Jadi Menteri LH hingga Dudung Jabat Kepala KSP
-
Jumhur Hidayat Tiba di Istana Dikabarkan Jadi Menteri LH: Banyak Tugas, Harus Kerja Keras
Terkini
-
Cinta Laura Baru Bakal Kasih Syifa Hadju Kado Nikah saat Kencan Bareng
-
Rocky Gerung Tertawa Sambil Pegang Lengan Prabowo Saat Pelantikan, Akrab dengan Seskab Teddy
-
Syarat Menggunakan Wali Hakim dalam Pernikahan seperti Syifa Hadju, Calon Pengantin Perlu Tahu
-
5 Rekomendasi Air Cooler Paling Dingin: Sejuk Maksimal, Hemat Listrik
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Usai Dihantam Banjir, Ratusan Hektare Sawah di Padang Mulai Dipulihkan
-
Dugaan Pelecehan Mahasiswi Terjadi Lagi di Unri, Dokter Klinik Kampus Terseret
-
Ratusan Mahasiswa UIN Walisongo Semarang Kunjungi Semen Gresik Pabrik Rembang
-
Syifa Hadju Nikah Pakai Wali Hakim, Sudah Tepatkah Secara Syariat?
-
Reshuffle Kabinet Terkini, Kenapa Prabowo Pilih Senin Wage dan Tinggalkan Tradisi Rabu Pon Jokowi?