-
Amerika Serikat dan Iran berhasil mencapai kesepakatan besar untuk menghentikan perang Timur Tengah.
-
Donald Trump resmi membatalkan rencana serangan militer setelah Teheran menyetujui poin-poin krusial perdamaian.
-
Jalur perdagangan internasional di Selat Hormuz akan dibuka kembali setelah dokumen kesepakatan ditandatangani.
Suara.com - Ketegangan membara perang di Timur Tengah memasuki babak baru setelah Amerika Serikat klaim Iran mendadak menyepakati perjanjian damai dengan Iran.
Langkah besar ini diambil guna menghentikan eskalasi konflik bersenjata yang hampir meledak menjadi perang terbuka.
"Kita baru saja mencapai kesepakatan besar dalam perang dengan Iran," kata Presiden AS Donald Trump kepada wartawan di Oval Office, Kamis (11/6) dikutip dari CNN.
Rencana penandatanganan kesepakatan krusial tersebut kini tengah dimatangkan dan dijadwalkan berlangsung di benua Eropa.
Proses administrasi naskah perdamaian diproyeksikan selesai secara menyeluruh dalam kurun waktu beberapa hari mendatang.
"Kedua pihak, tergantung pada penyelesaian dokumen yang seharusnya selesai dalam beberapa hari ke depan, mungkin akan melakukan penandatanganan, kemungkinan di Eropa. Ini adalah hal yang luar biasa.".
Delegasi Amerika Serikat dalam prosesi penandatanganan dokumen diplomatik tersebut nantinya akan dipimpin langsung oleh Wakil Presiden JD Vance.
Gedung Putih meyakini otoritas tertinggi Teheran memberikan lampu hijau karena posisi mereka yang sudah terdesak dalam konflik ini.
Iran dinilai bersedia mematuhi klausul utama yang melarang kepemilikan dan pengembangan senjata pemusnah massal di masa depan.
Baca Juga: Klaim Serang 18 Pangkalan Militer AS, Iran Ancam Washington: Kawasan Ini akan Jadi Neraka!
Perjanjian ini juga membawa angin segar bagi stabilitas ekonomi dunia dengan pemulihan akses di kawasan perairan strategis.
Peta konflik berubah drastis mengingat beberapa jam sebelumnya Washington sempat mengancam akan menghancurkan instalasi vital pertahanan musuh.
Perintah operasi penyerangan udara yang telah dijadwalkan akhirnya ditarik kembali setelah tercapai titik temu antar-pemimpin negara.
Hubungan kedua negara sempat berada di titik nadir setelah insiden jatuhnya helikopter Apache milik militer Washington awal pekan ini.
Kontak senjata yang melibatkan pasukan kedua belah pihak di Selat Hormuz sempat mengancam efektivitas gencatan senjata yang disepakati sejak April lalu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian