/
Sabtu, 27 Agustus 2022 | 20:29 WIB
Menko Polhukam Mahfud MD ((Dok. Kemenko Polhukam))

SuaraBandungBarat.id - Menko Polhukam Mahfud MD menghimbau para elite politik untuk dibekali visi ke-Indonesia-an dan prinsip kehidupan bernegara. 

Hal itu sangat penting agar Indonesia tidak mengalami kemunduran dalam berdemokrasi. Ketika semua elemen bangsa sepakat menjadikan demokrasi sebagai sistem politik, maka kekuasaan benar-benar harus di tangan rakyat. Meskipun potensi penyimpangan kekuasaan di depan mata. 

Apalagi kekuasaan oligarki hingga korupsi yang semakin menguat akhir-akhir ini. 

Oligarki yang merupakan sistem kepemimpinan hanya ditentukan oleh sekelompok orang yang saling kolutif, berbicara, merencanakan secara curang dan memformulasikannya melalui undang-undang, melalui kebijakan resmi legislatif. Ujar Mahfud MD di Kampus UGM pada Sabtu (27/08/2022).

"Oligarki yang merupakan sistem kepemimpinan hanya ditentukan oleh sekelompok orang yang saling kolutif, berbicara, merencanakan secara curang dan memformulasikannya melalui undang-undang." tutur Guru Besar UII Yogyakarta ini.

"Sehingga ada permainan di situ," tandas Mahfud menjelaskan. 

Oleh karenanya, Mahfud meminta para capres-cawapres, bakal calon legislatif dari pusat hingga daerah harus ke KPU pada Mei 2023 mendatang. 

"Mereka harus mengikuti proses penggodokan untuk dibekali visi ke-Indonesia-an yaitu membangun demokrasi dan prinsip-prinsip lain kehidupan negara." tambah Mahfud.

Maksud dari pembekalan tersebut diharapkan menjadikan Demokrasi ala Indonesia kedepan bisa lebih baik. 

Baca Juga: Modus Pura-Pura Kehabisan Bensin, Maling Gondol 12 Gas Melon

Bukan sebaliknya,demokrasi Indonesia mengalami kemunduran demokrasi dan tidak melahirkan demokrasi substantif dan berkualitas.

"Demokrasi yang lahir dari cara-cara menggunakan formalisme, tidak memberi dampak positif, bahkan merugikan dalam upaya membangun kesejahteraan rakyat," pungkasnya mengaskan. 

Kontributor : Putu Ayu Palupi
Sumber : Suara.com

Load More