- Harga minyak dunia meningkat sekitar 1 dolar AS pada 7 Mei 2026 akibat keraguan pasar terhadap kesepakatan damai Timur Tengah.
- Kenaikan harga terjadi setelah Presiden Amerika Serikat menyatakan pembicaraan langsung dengan Iran masih terlalu dini untuk segera dilakukan.
- Pasokan minyak diperkirakan tetap mengetat karena stok bahan bakar Amerika Serikat terus menyusut guna memenuhi permintaan musim panas.
Suara.com - Harga minyak dunia merangkak naik sekitar 1 dolar AS pada perdagangan Kamis, 7 Mei 2026. Kenaikan harga terjadi saat investor mulai meragukan prospek keberhasilan kesepakatan damai di Timur Tengah.
Mengutip dari Investing.com, harga minyak mentah jenis Brent naik 88 sen atau 0,9 persen menjadi 102,15 dolar AS per barel pada pukul 00:32 GMT (7.32 WIB).
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 1,12 dolar AS atau 1,2 persen ke level 96,20 dolar AS per barel.
Sebelumnya, kedua patokan harga minyak tersebut sempat anjlok lebih dari 7 persen pada hari Rabu, hingga menyentuh level terendah dalam dua minggu akibat optimisme berakhirnya perang di Timur Tengah.
Namun, harga kembali terkoreksi naik setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa pembicaraan langsung dengan Teheran masih "terlalu dini".
Selain itu, pejabat senior Iran juga menilai proposal AS tersebut lebih condong sebagai daftar keinginan belaka daripada sebuah realitas.
Hiroyuki Kikukawa, Kepala Strategi Nissan Securities Investment, menilai bahwa meski negosiasi perdamaian diperkirakan terus berlanjut setidaknya hingga pertemuan puncak antara AS dan China pekan depan, prospek setelahnya masih belum menemui titik terang.
"Skenario utamanya adalah harga minyak akan tetap tinggi," kata Kikukawa.
Pada Rabu, Iran mereka tengah meninjau proposal perdamaian dari Amerika Serikat.
Baca Juga: Wall Street Kembali Melambung Tinggi Setelah Perang AS-Iran Akan Usai
Sejumlah sumber menyebutkan bahwa proposal tersebut secara formal akan mengakhiri perang, namun belum menyelesaikan tuntutan utama AS terkait penangguhan program nuklir Iran dan pembukaan kembali Selat Hormuz.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, sebagaimana dikutip oleh kantor berita ISNA, menyampaikan bahwa Teheran akan segera memberikan tanggapan resmi. Sementara itu, Presiden Trump menyatakan keyakinannya bahwa Iran menginginkan adanya kesepakatan.
Sumber mediasi dari Pakistan serta pihak yang memahami jalannya perundingan menyebutkan bahwa kesepakatan berupa memorandum satu halaman untuk mengakhiri konflik secara formal sudah hampir rampung.
Media AS, Axios, melaporkan bahwa Amerika Serikat menunggu jawaban Iran atas sejumlah poin kunci dalam 48 jam ke depan. Pencapaian ini disebut sebagai titik terdekat menuju perdamaian sejak perang pecah.
Namun, meski kesepakatan damai tercapai, pasokan minyak diperkirakan akan semakin mengetat dalam beberapa minggu mendatang.
Hal ini disebabkan oleh waktu yang dibutuhkan untuk memulai kembali pengiriman minyak dari Teluk Timur Tengah hingga sampai ke kilang-kilang di seluruh dunia.
Berita Terkait
-
Trump Akan Temui Xi Jinping Bahas Perang Iran, Harga Minyak Dunia Turun
-
Konflik AS-Iran Guncang Pasar, Harga Minyak Dunia Kini Berbalik Melemah
-
IHSG Dihantui Aksi Jual Asing Rp791 Miliar, Cek Saham yang Wajib Dicermati Hari Ini
-
Harga Minyak Melonjak 6 Persen Usai Iran Serang UEA, Selat Hormuz Makin Panas!
-
Wall Street Anjlok Setelah Digempur Kenaikan Harga Minyak
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Harga Pangan Nasional 7 Mei 2026: Bawang Merah Meroket, Cabai dan Minyak Goreng Ikut Naik
-
Kurs Rupiah Hari Ini 7 Mei 2026 Naik ke Rp17.336, Ini Penyebabnya
-
BI: Program Makan Bergizi Gratis Jadi Pendorong Ekonomi Indonesia Meroket
-
IHSG Lanjutkan Tren Penguatan Pagi Ini, Melesat ke Level 7.100
-
Hari Buruh Internasional, Serikat Pekerja Pegadaian Makassar Gelar Pekan Olahraga dan Seni
-
Emas Antam Terus Meroket, Hari Ini Harganya Rp 2,84 Juta/Gram
-
Ngeri! Macet Jabodetabek Rugikan RI Rp 100 T, BUMN Ini Punya Solusinya
-
BI dan ASEAN+3 Siaga! Ancaman Krisis Ekonomi Global Kian Nyata
-
Ruijie Luncurkan Cybrey di RI Biar UKM Bisa Pakai Jaringan Kelas Kakap
-
Tekan Beban Klaim BPJS Kesehatan, Produk Tembakau Alternatif Jadi Opsi Realistis?