Bisnis / Energi
Kamis, 07 Mei 2026 | 10:59 WIB
Kondisi geopolitik di Iran dan Amerika Serikat. (Gemini AI)
Baca 10 detik
  • Harga minyak dunia meningkat sekitar 1 dolar AS pada 7 Mei 2026 akibat keraguan pasar terhadap kesepakatan damai Timur Tengah.
  • Kenaikan harga terjadi setelah Presiden Amerika Serikat menyatakan pembicaraan langsung dengan Iran masih terlalu dini untuk segera dilakukan.
  • Pasokan minyak diperkirakan tetap mengetat karena stok bahan bakar Amerika Serikat terus menyusut guna memenuhi permintaan musim panas.

Suara.com - Harga minyak dunia merangkak naik sekitar 1 dolar AS pada perdagangan Kamis, 7 Mei 2026. Kenaikan harga terjadi saat investor mulai meragukan prospek keberhasilan kesepakatan damai di Timur Tengah.

Mengutip dari Investing.com, harga minyak mentah jenis Brent naik 88 sen atau 0,9 persen  menjadi 102,15 dolar AS per barel pada pukul 00:32 GMT (7.32 WIB). 

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 1,12 dolar AS atau 1,2 persen ke level 96,20 dolar AS per barel.

Sebelumnya, kedua patokan harga minyak tersebut sempat anjlok lebih dari 7 persen pada hari Rabu, hingga menyentuh level terendah dalam dua minggu akibat optimisme berakhirnya perang di Timur Tengah. 

Namun, harga kembali terkoreksi naik setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa pembicaraan langsung dengan Teheran masih "terlalu dini". 

Selain itu, pejabat senior Iran juga menilai proposal AS tersebut lebih condong sebagai daftar keinginan belaka daripada sebuah realitas.

Hiroyuki Kikukawa, Kepala Strategi Nissan Securities Investment, menilai bahwa meski negosiasi perdamaian diperkirakan terus berlanjut setidaknya hingga pertemuan puncak antara AS dan China pekan depan, prospek setelahnya masih belum menemui titik terang. 

"Skenario utamanya adalah harga minyak akan tetap tinggi," kata Kikukawa.

Ilustrasi gencatan senjata antara AS dan Iran. (Dok. Suara.com)

Pada Rabu, Iran mereka tengah meninjau proposal perdamaian dari Amerika Serikat. 

Baca Juga: Wall Street Kembali Melambung Tinggi Setelah Perang AS-Iran Akan Usai

Sejumlah sumber menyebutkan bahwa proposal tersebut secara formal akan mengakhiri perang, namun belum menyelesaikan tuntutan utama AS terkait penangguhan program nuklir Iran dan pembukaan kembali Selat Hormuz.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, sebagaimana dikutip oleh kantor berita ISNA, menyampaikan bahwa Teheran akan segera memberikan tanggapan resmi. Sementara itu, Presiden Trump menyatakan keyakinannya bahwa Iran menginginkan adanya kesepakatan.

Sumber mediasi dari Pakistan serta pihak yang memahami jalannya perundingan menyebutkan bahwa kesepakatan berupa memorandum satu halaman untuk mengakhiri konflik secara formal sudah hampir rampung.

Media AS, Axios, melaporkan bahwa Amerika Serikat menunggu jawaban Iran atas sejumlah poin kunci dalam 48 jam ke depan. Pencapaian ini disebut sebagai titik terdekat menuju perdamaian sejak perang pecah.

Namun, meski kesepakatan damai tercapai, pasokan minyak diperkirakan akan semakin mengetat dalam beberapa minggu mendatang. 

Hal ini disebabkan oleh waktu yang dibutuhkan untuk memulai kembali pengiriman minyak dari Teluk Timur Tengah hingga sampai ke kilang-kilang di seluruh dunia. 

Load More