/
Rabu, 31 Agustus 2022 | 08:52 WIB
Rekonstruksi Pembunuhan Brigadir J ; Ferdy Sambo ; Putri Candrawathi (Suara.com/Alfian Winnato)

SuaraBandungBarat.id - Proses rekontruksi kasus pembunuhan Brigadir J akhirnya telah dilaksanakan.

Dalam rangkaian tersebut, penyidik Polri memperagakan sebanyak 78 adegan yang di gelar di tiga TKP, di Magelang, Jalan Saguling dan Jalan Duren III,Jakarta selatan, selasa 30/08/2022.

Rekontrusksi tersebut berjalan cukup panjang dan banyak para pakar yang melihat, menyimpulkan dan menilai alur berjalannya proses tersebut.

Dalam hal ini, Ahli Forensik Emosi Handoko Gani menilai ada hal yang masih ditutupi dari tersangka Irjen Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi dalam proses rekonstruksi pembunuhan Brigadir J.

Hal ini terlihat dari ekspresi dan emosi dari keduanya yang bertolak belakang.

Menurut Handoko Ferdy Sambo terlihat  lebih tenang. Sementara tersangaka Putri Candrawathi terlihat memiliki tekanan.

Handoko menjelaskan jika merujuk keterangan para tersangka bahwa ada dugaan pelecehan seksual yang menjadi latar belakang kasus ini. Maka emosi yang terlihat sangat jelas.

Apalagi keduanya baru saja merayakan hari pernikahannya. 

Tersangka Putri, sambung Handoko, tidak perlu menunduk dan menghindari kamera dan berani menatap suami saat keduanya dipertemukan.

Baca Juga: Ahmad Sahroni Ungkap Ferdy Sambo Arogan Sejak Naik Pangkat Jenderal Bintang Satu

"Harusnya menunjukkan apa yang terjadi waktu itu. Kalau misalnya ada dugaan pelecehan seharusnya, Ibu Putri tidak perlu sampai ekspresi menghindar, seperti tidak berani menatap atau  takut salah. Tapi menunjukkan sebagaimana suami istri yang baru saja melaksanakan anniversary pernikahan," ujar Hadoko seperti dikutip di TVone, Rabu, (31/8/202).

Sumber : Suara.com

Load More