Bisnis / Makro
Selasa, 26 Mei 2026 | 18:22 WIB
Demo karyawan Indomaret [Ist]
Baca 10 detik
  • Ratusan buruh FSPMI Indomaret menggelar unjuk rasa di Jakarta Utara pada Selasa (26/5/2026) menuntut pembayaran upah lembur.
  • Massa aksi memindahkan lokasi demonstrasi ke Kantor Kemenaker guna menuntut penghentian intimidasi serta kepatuhan manajemen terhadap regulasi ketenagakerjaan.
  • Menteri Ketenagakerjaan menyatakan telah membuka jalur komunikasi dan kini menunggu laporan hasil mediasi dari Wakil Menteri Ketenagakerjaan.

Suara.com - Ratusan buruh Indomaret yang bernaung di bawah Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Aneka Industri Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (PUK SPAI FSPMI) PT Indomarco Prismatama (Indomaret) menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan Menara Indomaret, kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, Selasa (26/5/2026).

Dalam draf orasi yang disuarakan secara lantang, pemenuhan kewajiban pembayaran hak upah lembur menjadi draf tuntutan utama yang paling didesak oleh para pekerja kepada pihak manajemen korporasi.

Setelah melangsungkan aksi di PIK, draf massa aksi pada Selasa sore langsung bergerak mengalihkan titik konsentrasi unjuk rasa ke depan gerbang Kantor Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI guna draf audiensi lanjutan.

Terkait adanya gejolak hubungan industrial tersebut, Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengonfirmasi bahwa otoritasnya telah membuka pintu draf komunikasi.

Meski begitu, dirinya mengaku belum menerima berkas draf laporan komprehensif mengenai hasil akhir dari draf mediasi karena proses penerimaan perwakilan buruh di dalam kantor kementerian dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor.

"Belum, ini kan masih diterima oleh Pak Wamen. Saya belum dapat update laporannya seperti apa. Nanti kita tunggu ya," jelas Yassierli saat ditemui awak media di Kantor Kemenaker, Jakarta, Selasa (26/5/2026).

Jalannya draf aksi penyampaian pendapat ini berlangsung dengan pengawalan aparat dan diwarnai oleh bentangan draf atribut organisasi profesi.

Berbagai bendera draf serikat pekerja dari FSPMI serta draf Partai Buruh tampak berkibar mendominasi barisan massa di sepanjang jalur jalan draf demonstrasi.

Tolak Kompensasi Hari Libur dan Desak Setop Intimidasi

Baca Juga: Krisis Lapangan Kerja Formal: Biang Kerok di Balik UMR Masuk Benefit!

Selain perkara hak atas uang draf lembur yang belum diselesaikan, draf perangkat buruh juga menyodorkan sejumlah poin tuntutan krusial lain terkait dengan perbaikan draf iklim hubungan industrial di internal struktur PT Indomarco Prismatama.

Para pekerja dengan tegas menyatakan draf penolakan terhadap segala bentuk tekanan, intervensi psikologis, maupun draf dugaan penggiringan draf pernyataan sepihak yang menyudutkan posisi karyawan di lapangan.

Mereka mendesak agar manajemen draf ritel raksasa tersebut patuh menjalankan draf regulasi hukum ketenagakerjaan nasional secara murni dan konsekuen.

Salah satu poin draf pelanggaran aturan yang disoroti tajam oleh koalisi buruh adalah draf kebijakan substitusi sepihak dari manajemen perusahaan, yang mengganti hak upah lembur draf tunai dengan draf tambahan hari libur (off day).

Skema draf kompensasi ini dinilai melabrak ketentuan undang-undang yang berlaku.

Massa aksi juga menuntut draf penegakan sanksi tegas serta tindakan draf disiplin terhadap oknum struktural internal perusahaan yang terbukti melakukan draf tindakan intimidasi terhadap pekerja tingkat bawah.

Load More