/
Rabu, 31 Agustus 2022 | 15:30 WIB
Ilustrasi Poligami (pixabay)

SuaraBandungBarat.id - Solusi poligami untuk mencegah penularan HIV/ AIDS yang diusulkan Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menuai kontroversi bahkan banjir kritikan dari berbagai pihak, terutama warganet. 

Hal ini seperti pernyataan Indonesia Feminis dalam akun instagramnya yang dengan tegas berbeda pendapat dengan Uu. 

Akun Instagram @indonesiafeminis menegaskan bahwa HIV/AIDS menular lantaran adanya perbuatan seks yang tak sehat seperti dengan tidak memakai alat kontrasepsi.

"Halo pak. Penyebab terjadinya angka infeksi IMS (Infeksi menular seksual) yang tinggi adalah karena tidak mempraktikan perilaku seks yang sehat yaitu menggunakan pengaman atau kondom," tulis akun Instagram @indonesiafeminis.

"Jadi kalau masalahnya tidak mau memakai kondom, maka kita harus menggalakkan penggunaan kondom baik untuk pasangan yang menikah dan tidak menikah," sambungnya.

Tanggapan DPR

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menilai apa yang disampaikan Uu itu mungkin bagi komunitas tertentu memang menjadi jalan keluar, namun tidak berlaku secara umum.

"Tetapi sebagian besar daripada rakyat kita kan mungkin berpandangan lain bahwa justru seharusnya soal kepercayaan terhadap agama itu diperkuat, sehingga kemudian ya solusinya yang dilarang agama kan tidak boleh dilakukan," kata Dasco di Kompleks Parlemen Senayan, Selasa (30/08/2022).

Dengan begitu, lanjutnya, tidak perlu lagi diberikan solusi poligami dan lain sebagainya. Dasco juga meminta agar Uu tidak mengeluarkan pernyataan yang mengundang kontroversi di tengah suasana seperti sekarang ini.

Baca Juga: Tempat Maksiat Gunung Antang Akhirnya Dibongkar, Warga: Lega, Setidaknya Sekarang Aman

Dokter Spesialis Ungkap Poligami Bukan Solusi

Mengetahui pernyataan Wagub Jabar, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Sub Spesialis Hematologi-Onkologi (kanker) Prof. Zubairi Djoerban mengungkapkan jika poligami bukanlah sebuah cara yang tepat untuk menangani HIV/AIDS.

Menurut Prof. Zubairi, jika poligami tetapi masih tidak setia dan melakukan aktivitas seksual secara bebas atau narkotika, kemungkinan penularannya juga masih terbilang tinggi. Oleh karena itu, menurutnya, hal ini tergantung dengan orang tersebut.

Lebih lanjut, katanya, untuk prinsip penularan HIV/AIDS, terjadi karena adanya aktivitas seksual dengan pasangan yang berbeda-beda. Sering berganti-ganti pasangan akan membuat seseorang menjadi tertular. Maka, selagi setia dengan pasangan akan meminimalisir penularan.

Tak hanya aktivitas seksual, Prof. Zubairi kembali menjelaskan jika penularan HIV/AIDS juga bisa terjadi karena  penggunaan narkoba, transfusi darah, suntikan jarum, serta infeksi dari ibu ke bayi.

Ditepis IPPI 

Load More