/
Minggu, 04 September 2022 | 15:24 WIB
Menteri Sosial, Tri Rismaharini. (Restu Fadilah/Suara.com)

SuaraBandungBarat.Id - Sebagai salah satu bentuk pengalihan subsidi BBM, pemerintah mulai menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) . Menteri sosial Tri Rismahariri mengatakan bahwa pihaknya akan terus memperbaharui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) setiap bulan. Hal tersebut dilakukan untuk menjamin agar penyaluran bansos termasuk BLT BBM tepat sasaran.

“Jadi di UU itu sebetulnya satu tahun dua kali, tapi karena kondisi perubahan di daerah itu cukup pesat maka kemudian kita melakukan perubahan DTKS setiap bulan. Jadi setiap bulan, saya membuat SK baru,” ujar Risma dalam keterangan persnya, di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (03/09/2022) seperti dikutip laman resmi setkab.

Risma menyebutkan, bahwa Pembaharuan DTKS tersebut dilakukan berdasarkan masukan dari pemerintah daerah. Selain itu, masyarakat juga dapat memberikan masukan melalui menu Usul dan Sanggah pada aplikasi Cek Bansos. Masyarakat juga dapat menghubungi command center Kementerian Sosial di nomor telepon 021-171.

“Itu masukan dari daerah dan Usul-Sanggah. Jadi masyarakat bisa mengusulkan sendiri. Nanti kita memang harus kita verifikasi, karena kalau tidak kita verifikasi nanti tidak sesuai juga,” terangnya.

Kementerian Sosial sat ini memiliki sekitar 70 ribu pendamping di seluruh Indonesia untuk melakukan pengecekan dan verifikasi di lapangan terkait data penerima bansos.

"Dari total 20,65 juta keluarga penerima manfaat (KPM) BLT BBM, PT Pos Indonesia telah siap menyalurkan BLT BBM kepada 18 juta KPM. Sementara sisanya akan menunggu proses pemutakhiran DTKS," jelasnya.

Menurut Risma, dari total anggaran yang akan dialokasikan  Ini akan disalurkan kepada KPM masing-masing sebesar Rp600 ribu. Mekanisme penyaluran dibagi dua tahap, per tahap sebesar Rp.300 ribu.

“Kita berikan dalam dua tahap. Jadi per tahapnya Rp.300 ribu. Kita berikan per September ini dan nanti pada awal Desember kita berikan (tahap) yang kedua,” tuturnya.

Bagi KPM atau penerima bantuan yang kondisinya tidak memungkinkan untuk datang ke kantor pos, pihaknya juga siap melakukan ‘jemput bola’. Bantuan tersebut diantar langsung ke rumah KPM.

Baca Juga: Jangan Asal Murah, ini 5 Rekomendasi Klinik Kecantikan Untuk Perawatan Kulit Mesti Dicoba

“Kita sudah sepakat dengan PT Pos, kita akan siapkan, kita akan kerja sama dengan kepala suku, kepala adat, kemudian pemerintah daerah dan tokoh-tokoh agama untuk membagi jalur di sana dengan kami melakukan penerbangan khusus ke sana,"  katanya.

"Itu sudah kami janjikan. Jadi (warga) yang sakit, yang lansia, yang mungkin jauh tidak bisa mengakses PT Pos tidak usah khawatir, kami akan antar ke rumah masing-masing,” tambahnya.*

Sumber: Suara.com

Load More