SuaraBandungBarat.id - Kenaikan harga BBM yang resmi diumumkan pemerintah berdampak langsung pada tarif angkutan umun di sejumlah daerah, termasuk di Cianjur, Jawa Barat.
Organisasi Pengemudi Angkot Cianjur Cipanas (OPACC) sudah menempelkan tarif angkot terbaru di beberapa mobil angkutan umum.
Mengutip dari Cianjurtoday--jaringan Suara.com, penyesuaian tarif angkot terjadi di trayek Cianjur – Cipanas menjadi Rp 10 ribu. Lalu Cianjur – Panyaweuyan Rp7 ribu, Cianjur – Simpang Rp6 ribu, Cianjur – Cugenang Rp5 ribu. Serta untuk angkos jauh dan dekat dipatok Rp 4000.
Salah seorang warga Cianjur, Heri Supriadi mengaku kecewa dengan tarif angkot yang naik. Menurutnya, saat ini ekonomi sudah semakin sulit.
“Saat ini harga pangan pun sudah semakin naik. Telur naik, harga BBM naik, tarif angkot juga naik. Jadi masyarakat semakin sulit, sementara penghasilan tetap, tidak ada kenaikan,” kata dia
Dirinya berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur bisa memberikan solusi dan tidak hanya mengandalkan pemerintah pusat. Ia menilai, Pemkab Cianjur pun harus bisa memberikan bantuan.
“Supaya kami masyarakat tidak semakin tercekik dengan situasi ekonomi dan bisa bertahan di gempuran kenaikan harga,” jelas dia.
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Asep Suwarna menilai Pemkab Cianjur harus melakukan optimalisasi dalam pemberian BSU.
Pemkab Cianjur harus ikut serta lebih dekat dengan masyarakat dalam mengelola bantuan ini. Apalagi, data penerima kini berasal dari pemerintah pusat.
“Saya agak tidak setuju kalau bantuan langsung itu diserahkan ke orangnya karena tidak efektif. Dulu di Jakarta itu ada yang diserahkan barangnya ada kebocoran, apalagi uang
Makanya saya harapkan BSU ini pemkab yang mengelolanya karena dia tahu persis masyarakatnya di mana,” ungkapnya.
Baca Juga: Netflix Mau Rilis Paket Langganan Murah, Tapi Ada Iklan
Sumber : SuaraJabar.id
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Drama Overtime Antar Perbanas ke Asia, Ubaya Kuasai Takhta Putri Campus League 2026
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Banyak Keluarga Melakukannya, Merencanakan Akhir Hayat Kini Jadi Bagian dari Financial Planning
-
Dari Live Shopping ke PayLater, Begini Cara Generasi Digital Berbelanja Sekarang
-
Siap-Siap Merinding Sekaligus Ngakak, Film Dukun Magang Tampilkan Kuntilanak Hitam
-
Jelajah Tri: Dari Benteng Kuto Besak hingga Ampera, Palembang Makin Terkoneksi di Era Digital
-
Curhat Ratu Sofya, Belum Terima Honor Sepeserpun usai Main Film Dosa
-
Sengkarut Data Alamat di Hari Pertama SPMB Malang 2026
-
2 Oknum Perwira Polda Jatim Diduga Terlibat Jaringan Narkoba Internasional
-
Perempuan Tak Sekadar Belanja, Bazar Fesyen Bertransformasi Jadi Ruang Bertumbuh dan Berjejaring