SuaraBandungBarat.id - Kapolri Jendra Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan para penyidik sempat ketakutan saat berhadapan langsung dengan Ferdy Sambo saat mengusut kematian Brigadir J.
Sigit mengatakan, kuat nya Ferdy sambo saat menjabat sebagai Kadiv Propam Mabes Polri hal ini diceritakannya kepada Jurnalis senior Budiman Tanuredjo di suatu forum.
Dalam keterangannya, Kapolri akhirnya memutuskan untuk menonaktifkan Ferdy Sambo sebagai Kadiv Propam Polri,
keputusannya itu diambil, setelah mantan Kabareskrim Polri itu menerima informasi yang dimediasi oleh sejumlah penyidik yang pengusutan kematian Brigadir j.
"Kita minta untuk Sambo untuk di nonaktifkan saat itu, karna kami mendapatkan kesulitan-kesulitan informasi dari Timsus untuk bekerja dengan baik . ucap Listyo
Saat itu ia mulai mendalami kasus Brigadir J yang tewas di rumah atasannya sendiri yakni Ferdy Sambo.
"Kemudian saat dalami dan saya mendapat informasi ada upaya menghalang-halangi penyelidikan dan intimidas" jelas listyo
Bukan hanya itu Listyo juga menemukan upaya Ferdy sambo membuat cerita sesuai skenario yang dirancangnya untuk disampaikan kepada orang-orang yang punya pengaruh
Ketika itu "sejumlah penyidik sempat takut pengaruh besar Ferdu Sambo di Mabes Polri disebut bahwa siapa saja yang coba membongkar kasus itu akan berhadapan langsung dengan Ferdy Sambo".ucap Listyo
Baca Juga: CISSReC Memeriksa Kebocoran 105 Juta Data Pemilih
"penyidik pun sempat takut saat itu karna ada bahasa-bahasa bahwa mereka semua akan berhadapan dengan bersangkutan Ferdy Sambo". tuturnya
Sebelumnya diketahui sopir Irjen Ferdy Sambo Brigadir J tewas di rumah Jendral tersebut
Diawal disebutkan bahwa Brigadir J tembak menembak dengan ajudan Ferdy Sambo Bharada E, Namun, kenyataan nya ferdy Sambo terlibat langsung telah mencabut nyawa anak buahnya itu.
Sumber : Suara.com
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Dikembangkan di Indonesia, Teknologi AI Kini Bisa Bantu Dokter Deteksi Risiko Gagal Jantung Kambuh
-
Mandy CJ Gelar Pameran Tunggal The Way Back, Jadikan Seni sebagai Jembatan Toleransi
-
Head to Head Inggris vs Argentina: Tiga Singa Hanya Dua Kali Kalah, Salah Satunya karena Gol Tangan
-
Di Balik Soundtrack Film 402: Rumah Sakit Angker Korea, Ada Sisipan Notasi 'Laa Ilaha Illallah'
-
Bukan Buang Duit, Ini Alasan Sewa Mobil Dinas Tangsel Lebih Hemat Ketimbang Beli
-
Pemerintah Siapkan Insentif ETF Emas, Bursa Mineral, Hingga Demutualisasi
-
Ivan Gunawan hingga Ruben Onsu Bicara Soal Reset Hidup: Bukan Sekadar Mengejar Kesuksesan
-
Kapolri Temui Jaksa Agung dan Panglima TNI, Redam Friksi Kasus Febrie Adriansyah
-
Terungkap! Motif Siswa Padang Ledakkan Bom, Dendam Dibully Sejak SD
-
Jumlah Saham HSC Membengkak Jadi 51 Emiten Pasca Pengesahan Aturan Baru BEI