/
Kamis, 08 September 2022 | 10:38 WIB
Kolase Putri Candrawathi dan tersangka Kuat Maruf. Keduanya beraam tiga lainnya jadi tersangka pembunuhan Brigadir J. (Dok.Istimewa)

SuaraTasikmalaya.id – Ahli Hukum Tata Negara, Refly Harun melihat ada kejanggalan mengenai dominasi Kuat Ma’ruf dan istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi di TKP Magelang.
 
Rupanya ada cerita berkembang jika Susi adalah orang yang melihat Kuat menggendong Putri.
 
Lantas, diduga ada peristiwa di kamar Putri yang melibatkan Kuat, namun tidak diketahui Susi.
 
Susi yang merupakan asisten rumah tangga dan orang dekat Putri Candrawathi, menyaksikan kejadian di kamar mandi rumah pribadi di Magelang.
 
Setelah itu muncul isu cinta segitiga antara Putri Candrawathi, Kuat, dan Brigadir J.
 
Menganalisis isu yang banyak berkembang, Refly Harun angkat bicara.
 
Dia menilai, yang menarik dalam kasus pembunuhan Brigadir J adalah soal motif non domestik. 
 
Refly mengatakan, dalam memandang kasus dan dugaan motif, harus peka. “Lama-lama barangkali kita juga harus lebih peka,” kata Refly di kanal Youtubenya.
 
“Apa iya, ada motif domestic, yaitu dugaan pelecehan seksual di Magelang,” katanya. 
 
“Karena, misalnya Putri Candrawathi mengalami dugaan pelecehan seksual baik oleh Brigadir J atau Om Kuat, maka harus ada teori relasi," kata dia.
 
Refly Harun melihat, berdasar teori itu, maka yang dominan adalah mereka pemilik kekuasaan.
 
“Maka teori relasi kekuasaan atau relasi kuasa yang dijelaskan Reza Indragiri Amriel itu bisa menjelaskan," sebut Refly Harun.
 
Dia setuju jika dalam kasus ini, Putri sebagai istri jenderal yang bertugas sebagai Kadiv Propam, adalah yang dominan.
 
“Rasanya (mempercayai), untuk mengatakan Brigadir J berani melakukan kekerasan seksual apalagi mengancam, itu enggak masuk akal. 
 
“Sama saja (memerkosa dan mengancam Putri) dia (Brigadir J) itu bunuh diri. Bayangkan enggak akan berani dia melakukan itu (dugaan perkosaan)," ujarnya.
 
Lantas Refly Harun mengatakan, yang diduga mungkin terjadi adalah perselingkuhan. 
 
Tapi, berbicara perselingkuhan, yah bisa mengawali adalah yang berkuasa, yakni Putri. “Tetap saja, inisiatifnya dari pihak yang superior,” katanya.
 
“Pihak superior-lah yang pengaruhi skenario ini. Dalam konteks ini, rasanya aneh lalu kemudian dikatakan Putri Candrawathi sebagai korban," kata dia.
 
Lebih jauh Refly Harun mengatakan, jika tidak menemukan alasan yang masuk akal dalam hal domestik, maka alasan non domestik ini bisa justice fight (pertarungan keadilan) juga.

Load More