SuaraBandungBarat.id - Seluruh rakyat di kerajaan Inggris kini tengah berduka. Pasalnya, Queen of England ataupun Ratu Elizabeth II yang sudah berkuasa sejak 1952 wafat. Tentunya pasca wafatnya Ratu Elizabeth ada banyak hal yang harus diselesaikan oleh negeri "Three Lion" tersebut.
Sebelumnya, Ratu Elizabeth II meninggal dunia pada hari Kamis (8/9/2022) waktu setempat pada usia 96 tahun di Kastil Balmoral, rumahnya di Skotlandia.
Ratu Elizabeth, dilansir dari Fortune meninggalkan lebih dari $500 juta atau sekitar Rp 7,4 triliun aset pribadi dari 70 tahun perjalanan takhtanya, yang akan diwarisi Pangeran Charles ketika dia dinobatkan sebagai raja.
Meskipun itu mungkin tampak muda, kekayaan Ratu dan apa yang terjadi padanya sekarang merupakan hal yang rumit.
Karena banyak dari apa yang terlihat dimiliki olehnya sebenarnya adalah apa yang disebut Royal Firm, kekayaan senilai $28 miliar atau sekitar Rp415 triliun, yang oleh anggota keluarga kerajaan Inggris seperti Raja George VI dan Pangeran Philip pernah disebut sebagai "bisnis keluarga."
Berikut adalah rincian dari apa yang akan terjadi dengan kekayaan Ratu sekarang setelah dia meninggal, seperti dilansir Fortune.
1. Bagaimana Ratu Memiliki Pendapatan?
Ratu Elizabeth II menerima pendapatan melalui dana pembayar pajak yang dikenal sebagai Sovereign Grant. Ini dibayarkan setiap tahun kepada keluarga kerajaan Inggris.
Itu berasal dari kesepakatan yang dibuat oleh Raja George III untuk menyerahkan pendapatannya dari Parlemen untuk menerima pembayaran tahunan tetap untuk dirinya sendiri dan generasi mendatang dari keluarga kerajaan. Awalnya dikenal sebagai Daftar Sipil, digantikan oleh Sovereign Grant pada tahun 2012.
Baca Juga: Pangeran Charles Belum Diizinkan Pakai Mahkota di Depan Umum, Setidaknya Setahun
Jumlah hibah ini ditetapkan menjadi lebih dari 86 juta pound atau Rp1,4 triliun pada tahun 2021 dan 2022. Dana ini dialokasikan untuk perjalanan resmi, pemeliharaan properti, dan biaya operasi atau pemeliharaan rumah tangga Ratu—Istana Buckingham.
Tapi Ratu tidak hanya menerima gaji tahunan.
2. The Royal Firm: kerajaan senilai $28 miliar
The Firm, juga dikenal sebagai Monarchy PLC, adalah sekelompok anggota senior dan wajah publik House of Windsor, keluarga kerajaan yang berkuasa di mana Ratu adalah kepala.
Bersama-sama, mereka mengoperasikan apa yang dapat dianggap sebagai kerajaan bisnis global yang memompa ratusan juta pound ke dalam ekonomi Inggris setiap tahun melalui acara televisi dan pariwisata.
Yang Mulia dan tujuh bangsawan lainnya adalah anggota The Firm: Pangeran Charles dan istrinya Camilla, Duchess of Cornwall; Pangeran William dan istrinya Kate, Duchess of Cambridge; Putri Anne, putri Ratu; dan Pangeran Edward, putra bungsu Ratu, dan istrinya Sophie, Countess of Wessex.
Berita Terkait
-
Riwayat Penyakit Ratu Elizabeth II: Pernah Patah Tangan karena Berkuda, Sempat Positif Covid-19
-
Berduka atas Wafatnya Ratu Elizabeth II, Nahdlatul Ulama Inggris: Sosok Ratu Adalah Orang dengan Kemuliaan
-
Pangeran Charles Belum Diizinkan Pakai Mahkota di Depan Umum, Setidaknya Setahun
-
Tak Bersama Suami, Ke Mana Meghan Markle dan Kate Middleton saat Ratu Elizabeth II Meninggal?
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal
-
Bank Sumsel Babel Pacu Digitalisasi Keuangan Daerah, Banyuasin Percepat Implementasi KKPD
-
Di Tengah Ramai Desakan Tes Urine, Prima Salam Kembali Muncul di Acara Gerindra
-
Rp160 Miliar Diduga Tak Pernah Masuk Kas Daerah, Aktor Utama Korupsi Sungai Lalan Dibidik
-
Dari Apel Premium hingga Cokelat, Gaya Hidup Sehat Ala Selandia Baru Hadir di Indonesia
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Meski Angkat Koper, Arda Guler Selamatkan Wajah Timnas Turki di Piala Dunia 2026
-
Cerita Fajar Nugra Ubah Penampilan demi Film Pemikat Jiwa
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA