/
Jum'at, 16 September 2022 | 17:19 WIB
Ayah Brigadir J, Samuel Hutabarat. terungkap setelah bibi Brigadir J membongkar fakta terkait istri Ferdy Sambo. (SuaraJakarta.id/Wivy Hikmatullah)

Kecurigaan bibi Brigadir J ini justru lebih kepada sosok bayi anak bungsu Ferdy Sambo yang usianya masih 1,5 tahun itu.

Roslin Simanjuntak menduga anak bungsu Putri bukan anak kandung Ferdy Sambo.

Putri Candrawathi Pernah Berjanji ke Ibu Brigadir J

Akhirnya terungkap Putri Candrawathi pernah janjikan hal ini kepada sang ajudan.

Janji itu dikatakan Putri Candrawathijauh sebelum kasus pembunuhan Brigadir J.

Kini janji yang dikatakan Putri Candrawathi dituntut oleh ibu Brigadir J.

Sebagaimana diketahui, Putri Candrawathi telah ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan Brigadir J.

Kasus kematian Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J hingga sekarang masih belum tuntas.

Sehingga saat ini ia menduga anak yang menjadi alasan Putri Candrawathi tidak ditahan bukan merupakan anak biologisnya, namun ia hanya menduga karena pernah dimintai anak untuk adopsi.

Baca Juga: Polisi Tetapkan Penjual Es di Madiun sebagai Tersangka terkait Hacker Bjorka: Dia Bantu Buat Akun Telegram

Telah berlangsung selama lebih dari sebulan, ada begitu banyak kejanggalan yang menyelimuti kematian Brigadir J.

Termasuk kejanggalan yang ditemukan pihak keluarga saat menerima jasad Brigadir J usai diotopsi pertama.

Tak puas dengan hasil otopsi pertama, pihak keluarga Brigadir J meminta jasad sang anak kembali dioutopi untuk kedua kalinya.

Tak hanya itu, menerima kenyataan bahwa Brigadir J meninggal dengan cara yang tragis, tak heran jika psikis dari ibunda Brigadir J, Rosti terguncang.

Hal ini seperti disampaikan oleh aktivis Irma Hutabarat, bahwa Rosti kerap memanggil nama istri dari Ferdy Sambo yakni Putri Candrawathi (PC).

ibunda Brigadir J rupanya teringat dengan janji yang terucap dari istri Ferdy Sambo.

“Salah satu ratapannya itu dia bilang, mana tanggung jawabmu Putri, mana tanggung jawabmu Putri, mana tanggung jawabmu Putri, tiga kali berulang diulang-ulang (kata) Putri Sambo itu,” dikutip dari YouTube Uya Kuya TV.

“Karena memang Joshua ini bekerja baik-baik, dan Putri Sambo itu (bahkan) minta sama mamanya (Yoshua) bahwa ‘kau yang melahirkan, aku yang mengurusi’ jadi itu kan dianggap anaknya,” sambungnya.

Irma melanjutkan, janji Putri itulah yang kemudian mengoyak hati ibunda Yoshua.

Sebab anaknya dikirim kembali dalam keadaan tak bernyawa dengan segala intimidasi dari Polri terhadap jenazah.

Dari mulai tak boleh dibuka petinya, tak boleh diurusi jasadnya sesuai kepercayaan dan tradisi Batak yang dianut, serta proses penggalian kembali, ekshumasi, hingga autopsi berkali-kali.

“Itu gak gampang lho ya. Gak bisa dia tidur tenang sampai dia melihat titik terang, dibuka sebuka-bukanya.

Apapun yang kita lakukan Joshua tidak akan hidup kembali, tapi kan kepiluan hati seorang ibu tidak akan terhibur kalau dia tidak tahu siapa yang bikin anak dia mati,” ucapnya.

Menurut Irma, kepedihan paling berat yang menimpa ibu Yoshua adalah fitnah yang dilayangkan pada anaknya.

Menurut Irma, melucuti kehormatan orang yang telah tiada adalah sebuah pidana.

Irma menambahkan, pelecehan seksual yang padahal telah dipatahkan oleh berbagai bukti tak lantas meluluhkan hati Putri Candrawathi untuk bicara selain itu.

“Walau sudah mati pun, orang yang menyerang kehormatan dan memfitnah kita itu bisa dituntut loh ya, karena hanya nama dan kehormatan yang ditinggalkan,” ucapnya lagi. 

Sumber : Suara.com

Load More