/
Jum'at, 23 September 2022 | 11:32 WIB
Ricky Sitohang di channel YouTube Rumah Uya. (Suara.com)

SuaraBandungBarat.id - Peristiwa pembunuhan berencana terhadap Brigadir J dengan tersangka utama Ferdy Sambo, hingga kini masih belum menemukan titik terang penuntasannya. Bahkan, kasus Ferdy Sambo ini masih mengundang berbagai perhatian publik. 

Banyak pihak terus melemparkan komentar, termasuk dari Irjen Purnawirawan Ricky Sitohang yang kritis menyakapi kasus pembunuhan Brigadir J tersebut.

Mengenai hal ini, Irjen Purnawirawan Ricky Sitohang mengatakan bahwa ada dua orang yang jadi biang kerok dalam kasus yang tak kunjung selesai tersebut.

Ricky menyatakan bahwa dua orang yang seharusnya dari awal bisa mengendalikan kondisi adalah istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi dan asisten rumah tangga Kuat Ma'ruf.

"Kalau kita lihat pokok ceritanya analisis saya sementara biang keroknya dua, Kuat Ma'ruf dan Putri," ungkap Ricky Sitohang dalam wawancaranya di YouTube Rumah Uya (13/9/2022).

"Karena apapun peristiwanya harus dibuktikan, tapi kalau Kuat Ma'ruf enggak memberikan informasi yang dilebih-lebihkan kepada Sambo enggak begitu, Putri kalau jaga martabat Ferdy Sambo akan meluruskan enggak ikut di dalamnya," tambahnya.

Berikutnya, Ricky Sitohang menyebutkan bahwa dia kurang percaya dengan terjadinya pelecehan seksusal.

"Saya mengatakan jauh dari kemungkinan tidak akan berani seorang Yosua [melakukan pelecahan]," kata Ricky Sitohang.

"Kan suatu hal yang ironis seorang Yosua, seorang Kuat Ma'ruf bisa masuk ke kamarnya, suatu hal yang sangat luar biasa terlepas dengan kasusnya," imbuhnya.

Baca Juga: Kronologi Robby Shine Laporkan Billy Syahputra ke Polisi karena Istrinya Dihina

Ricky Heran Ferdy Sambo Sudah Bintang Dua

Ada keheranan lainnya yang perlu menjadi bahan perahatian publik. Selain membahas Putri Candrawathi, Ricky Sitohang juga menyatakan bahwa dia cukup heran dengan melesatnya jabatan yang diemban oleh Ferdy Sambo.

Ricky Sitohang menyebutkan bahwa dia dibuat heran dengan pangkat Ferdy Sambo yang melesat jadi bintang dua, padahal banyak senior yang pangkatnya masih di bawah Sambo.

Terutama, Ricky Sitohang menyebutkan bahwa Ferdy Sambo tak pernah menjadi Kapolda namun tiba-tiba berpangkat jenderal bintang dua.

"Saya enggak tahu pikirannya Sambo itu apa, enggak pernah jadi Kapolda tiba-tiba bintang dua," ungkap Ricky Sitohang.

"Sementara senior yang lain masih jauh di bawah dia, mbok urut kacang lah kan banyak tiap angkatan yang punya pengetahuan mumpuni, main loncat aja, akibatnya terjadi kecemburuan sosial," tambahnya.

Load More