Satu tahun setelah debut pertamnya sebagai Ros di film Krisis, karier Nurna di perfilman Indonesia makin bersinar.
Ia mendapat tawaran dari sutradara D. Djajakusuma untuk bermain di film Harimau Tjampa.
Film ini yang akhirnya membawa Nurna, si anak bangsawan menjadi pusat perhatian masyarakat Indonesia.
Bagaimana tidak, pada film Harimau Tjampa yang rilis 1954, Nurna menjadi aktris perempuan Indonesia pertama yang berani tampil di depan kamera dengan kondisi setengah telanjang.
Publik dibuat geger dengan aksi Nurna pada film itu. Pada adegan film Harimau Tjampa, Nurna sebenarnya hanya beberapa detik terekam kamera tampil setengah telanjang.
Entah bagaimana ia kemudian ditasbihkan sebagai bom seks pertama perfilman Indonesia. Hujatan pun dialamatkan kepada Nurna.
Mendapat cercaan dari publik, Nurna punya argumen soal adegan setengah telanjangnya itu.
"Saya tidak akan memerosotkan kesenian, melainkan hendak melenyapkan pandangan-pandangan kolot yang masih terdapat dalam kesenian Indonesia,” ucap Nurna pada 1954.
Meski mendapat pro kontra di aksinya itu, film itu pada akhirnya menyabet dua penghargaan bergengsi. Pertama skenario terbaik di ajang Festival Film Indonesia. Kedua lebih fantastis yakni di ajang Asian Film Festival pada 1955 untuk musik terbaik.
Baca Juga: Resmi, Ferdy Sambo telah Terima Berkas Pemecatannya dari Polri
Dari film ke foto majalah
Setelah film Harimau Tjampa, imej publik kepada Nurna berubah drastis. Ia pun sempat dijuluki sebagai Marilyn Monroe Indonesia.
Nurna sendiri tak berhenti mengeksplorasi tubuhnya. Setelah dari film, Nurna kerap tampil di foto majalah. Hebatnya, foto-foto Nurna dengan pose-pose menantang tak hanya tersebar di Jakarta tapi sampai ke luar negeri.
Pertengahan 1954, foto telanjang Nur beredar. Dibuat fotografer tak dikenal. Foto tubuh Nurna pun viral.
Konon katanya foto-foto itu dijual Rp 200 perak per lembar. Kemudian harganya melonjak drastis sampai ke Rp 300 perak per lembar.
Viralnya foto Nurna pun membuat polisi saat itu terpaksa turun tangan untuk menghentikan peredar foto tersebut.
Kabarnya ada 9 foto asli Nurna menantang yang tersebar ke pasaran. Namun hanya ada 7 foto yang berhasil disita polisi.
Dari 9 foto asli itu kemudian terus dicetak dan akhirnya tersebar luas di pasar gelap. Pada bagian perjalanan hidupnya ini, Nurna sempat berkata lirih.
"Tapi, saya, selain tidak dapat apa-apa juga dapat susah karena harus bolak-balik menghadap kantor polisi bagian kesusilaan," ucapnya kepada majalah Djambak.
Yang tak kalah menarik, Nurna sempat mengaku bahwa dalam sesi pemotretan itu, ada tujuh oknum tentara yang berani membayar besar demi bisa memotret tubuh Nurna tanpa sehelai benang pun.
Karier Nurna pada era 80-an mulai meredup. Ia mulai hilang dari sorotan media. Meski sebenarnya ia masih aktif di dunia teater.
Perempuan asal Surabaya yang putus sekolah sejak kelas satu SMA itu mengembuskan napas terakhir pada 21 Maret 2004, pada usia 78 tahun.
Deretan film Nurnaningsih:
Krisis (1953)
Harimau Tjampa (1954)
Klenting Kuning (1954)
Kebun Binatang (1955)
Djakarta, Hongkong, Macao (1968)
Orang Orang Liar (1969)
Bernafas Dalam Lumpur (1970)
Derita Tiada Achir (1971)
Samtidar (1972)
Nafsu Gila (1973)
Seribu Janji Kumenanti (1972)
Kembang-Kembang Plastik (1977)
Donat Pahlawan Pandir (1978)
Bayang-Bayang Kelabu (1979)
Remang-Remang Jakarta (1981)
Pertunangan (1985)
Malam Satu Suro (1988)
Sumber: suara.com
Berita Terkait
-
Nurnaningsih, Keturunan Bangsawan yang Dijuluki Bom Seks Pertama Perfilman Indonesia
-
Foto Telanjang Jennie Blackpink Tersebar, Fans Ngamuk ke YG Entertainment
-
Roro Fitria Murka Suami Menari Telanjang di Depan Foto Ibu: Nyai Tertekan, Lebih Rendah dari Pembantu!
-
Roro Fitria Sebut Suaminya Menari Tanpa Busana di Depan Foto Ibunda
-
Wawancara Diletta Leotta: Tidak Mudah Jadi Jurnalis Serie A Liga Italia, Sepakbola Seperti Agama
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim