Lebih lanjut, dalam Keputusan Nomor (Kep/B/134/1966) pada tanggal 29 September 1966, Jenderal Soeharto sebagai Menteri kemudian menerbitkan Keputusan Menteri Utama Bidang Pertahanan dan Keamanan agar Hari Kesaktian Pancasila diperingati oleh seluruh Angkatan Bersenjata.
Dengan adanya surat tersebut, upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober diperingati oleh seluruh komponen pemerintahan.
Sementara itu, untuk makna Hari Kesaktian Pancasila itu sendiri adalah untuk mengenang peristiwa sejarah pemberontakan G30S/PKI dan pentingnya Pancasila sebagai dasar negara Indonesia dalam kehidupan berbangsa.
Sejarah Hari Lahir Pancasila
Pada tanggal 1 Juni, masyarakat Indonesia memperingati hari besar yaitu Hari Lahir Pancasila.
Peringatan tersebut berdasarkan pada sejarah yang memiliki hubungan dengan perumusan dasar negara Republik Indonesia.
Yaitu pada momen sidang BPUPKI yang melahirkan Pancasila, sebagai dasar atau ideologi negara Indonesia.
Diketahui, sejarah Hari Lahir Pancasila ini berawal dari sidang BPUPKI pertama yang dilaksanakan pada tanggal 29 Mei sampai dengan tanggal 1 Juni 1945.
Sidang BPUPKI ini pertama kali diselenggarakan di Gedung Chuo Sang In yang saat ini adalah Gedung Pancasila, untuk membahas rumusan dasar negara Indonesia.
Dalam sidang tersebut, para tokoh seperti Soekarno, Soepomo, dan Mohammad Yamin hadir untuk menyampaikan gagasan masing-masing mengenai rumusan dasar negara Indonesia.
Kemudian, tanggal 1 Juni 1945 dalam sidang BPUPKI tersebut, Soekarno menyampaikan pidato yang pertama kali untuk mengemukakan konsep awal dari Pancasila yang menjadi dasar negara Indonesia.
Pada momen tersebutlah kemudian di tanggal 1 Juni tersebut diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila hingga saat ini.
Sumber: suara.com
Berita Terkait
-
Daftar Hari Besar Oktober 2022, Awal Bulan Penuh Peristiwa Penting, Libur Nasional Berapa Hari?
-
Jokowi Bakal Jadi Irup Upacara Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya Sabtu Besok
-
40 Ucapan Hari Kesaktian Pancasila 2022 untuk Jadi Status dan Diunggah ke Media Sosial
-
Diperingati 1 Oktober, Apa Perbedaan Hari Kesaktian Pancasila dan Hari Lahir Pancasila?
-
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila dan Sejarahnya
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam
-
Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?