SuaraBandungBarat.id - Anggota Komisi III DPR Fraksi PKS Muhammad Nasir Djamil meminta Kapolres dan Kapolda setempat dinonaktifkan imbas tragedi Kanjuruhan yang memakan banyak korban.
Nasir juga meminta presiden turun tangan dan membentuk tim investigasi independen yang melibatkan lintas lembaga guna mengusut tragedi itu.
"Dalam rangka memuluskan kerja tim investigasi ini dan agar dia bisa bekerja secara independen, maka presiden bisa meminta dan memerintahkan kepada Kapolri agar Kapolda dan Kapolres setempat untuk sementara dinonaktifkan dulu," kata Nasir kepada wartawan Minggu (2/10/2022).
"Kapolda, Kapolres, Ketua PSSI Pusat dan Ketua PSSI Jatim itu juga harus dinonaktifkan. Jadi pihak atau sosok yang bertanggung jawab dengan kejadian itu baik pertandingan maupun keamanan itu harus dinonaktifkan," lanjut dia. Adapun investigasi itu bertujuan untuk mengetahui penyebab dari tragedi tersebut.
Pasalnya, dalam Pasal 19 aturan FIFA tentang Stadium Safety and Security Regulations melarang menggunakan gas air mata dalam meredam kerusuhan suporter di pertandingan sepak bola.
"Kemudian baru kalau ditemukan pelanggaran, kode etik dan pidana, maka diselesaikan. Maka diproses secara etik dan juga secara pidana. Nggak main-main ini 150-an orang. Gila," ujar dia.
Ia menyebut tragedi yang menewaskan ratusan orang dan ratusan lainnya luka-luka ini bahkan melebihi tragedi di Duren Tiga atau peristiwa pembunuhan Brigadir J.
"Ini nggak main-main. Ini melebihi tragedi Duren Tiga," tegasnya. Selain itu, Nasir menyarankan agar DPR juga membentuk tim pengawasan dalam penyelesaian kasus tersebut.
"Di DPR juga membentuk tim supaya seimbang. Jadi membentuk tim dan ini nggak bisa main-main. Jangan dianggap biasa nyawa 100 lebih orang di sana itu," ungkap dia.
Lebih lanjut, ia menyebut bahwa peristiwa yang terjadi di Malang itu merupakan tragedi paling parah yang pernah terjadi.
Menurut dia, tragedi ini bisa masuk ke dalam rekor dunia. "Kasus di Malang itu mengerikan sekali ya. Banyak memakan korban 100 lebih. Bahkan, terakhir 150-an. Ini tragedi gawat yang pernah terjadi. Ini masuk rekor dunia," tandas Nasir.
Sumber : Suara.com
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
-
Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak
-
Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo
-
4 Rekomendasi Sepatu Lokal Harga Rp 300 Ribuan dengan Kualitas World Class
-
Tak Terima Ibunya Disebut 'Penyakitan', Pria di Pandeglang Cekik Kekasih hingga Tewas
-
Modus Licin Pengedar Cimahi, Sembunyikan Sabu di Tumpukan Beras Hingga Transaksi di Pos Satpam
-
PFI Bogor Gelar Bedah Foto APFI 2026, Soroti Risiko dan Etika Jurnalisme Visual Dunia
-
MBG Bisa Dijalankan Tanpa Ganggu Kondisi Fiskal, Begini Caranya
-
Koleksi Terbaru Musim Panas 2026, Pedro Tawarkan Gaya Pesisir yang Ringan, Elegan, dan Timeless
-
Cuma di Jakarta, Penonton Konser Westlife Bisa Bawa Pulang Gelang LED Eksklusif