SuaraBandungBarat.id - Isu perceraian Rizky Billar dan Lesti Kejora kian santer beredar di media sosial dan tidak sedikit para nitizen terus membahas tentang KDRT yang dilakukan Rizky Billar.
Setelah kondisi kesehatan Lesti sempat mengkhawatirkan serta harus mendapatkan perawatan secara intensif akibat dugaan KDRT sang suami.
Beberapa waktu lalu Lesti laporkan Rizky Billar terkait dugaan KDRT yang diawali karena sang pedangdut mencium adanya isu perselingkuhan.
Billar yang emosi diakui Lesti akhirnya melakukan tindakan KDRT mulai dari mencekik, mendorong hingga membanting secara berulang hingga harus dirawat karena perlakuan itu.
Akan tetapi perlu diperhatikan pula bahwa kasus perceraian ini memiliki dampak buruk bagi anak, salah satunya yakni kesehatan mentalnya bisa terganggu.
Terlebih secara spikologis Ini merupakan dampak buruk bagi anak jika hal itu terjadi dan bisa mengancam mental sang anak.
Lantas, jika isu pisah ranjang ini benar-benar terjadi, apa saja dampak buruk perceraian bagi anak? Simak ulasan berikut ini.
Meskipun anak Lesti dan Rizky Billar ini masih bayi, hal itu tidak bisa menjamin bahwa tak ada dampak buruk bagi pertumbuhan sang anak atas imbas dari kasus perceraian ini.
Jika perceraian itu terjadi, lambat laun seiring dengan pertumbuhan sang anak secara tidak langsung hal itu akan jadi pertanyaan bagi anak mengenai kondisi di dalam rumah hingga mempengaruhi psikologisnya.
Baca Juga: Gara-gara Kasus KDRT, Riuh Warganet Sebut Rizky Billar Beban Lesti Kejora
Hal ini bukan semata-mata hanya berdasarkan spekulasi semata, sudah banyak penelitian hingga kasus terhadap anak yang terdampak dari keadaan rumah yang kurang baik.
Di samping itu, kesehatan anak masih bisa terjamin bergantung dari perlakuan dari kedua orang tua mereka dalam memberikan perhatian dan kasih sayangnya.
Dilansir dari berbagai sumber, berikut dampak buruk perceraian bagi anak, diantanya:
Menggangu aktivitas
Bagi anak, kasus perceraian tidaklah mudah dipahami. Berdasarkan berbagai penelitian, permasalahan di dalam keluarga bisa membuat mereka merasa terganggu hingga kebingungan.
Karena hal itu, fokus anak akan terganggu hingga berdampak pada aktivitas dalam keseharian maupun di bidang akademisnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 2 Juli 2026, Ada Kuda hingga Anjing
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Ngeri! Layangan Tersangkut di Pesawat Saat Mendarat di Bandara Hasanuddin
-
Lamborghini hingga Kapling Tanah Disita dalam Kasus Korupsi IUP Kalbar
-
Dugaan Intimidasi Dokter Icha Dilakukan 3-4 Orang, Hasil Investigasi Diserahkan ke Polisi
-
Pemasangan Baliho Ucapan Ultah Jokowi Berbuntut Panjang, Wali Kota Solo Dilaporkan ke Kejaksaan
-
Datsun Go Solusi Transportasi Merakyat? Kencang, Harga Miring, tapi Begini Catatan dari Pakar
-
Kemenkes Soroti Lemahnya Sistem Perlindungan Nakes usai Dugaan Intimidasi dr. Icha
-
Wakil Bupati Langkat Menangis Dengar Kabar OTT Bupati Syah Afandin: Jaga Kesehatan!
-
4 Cushion Budget Friendly di Bawah Rp60 Ribu, Lebih Murah dari Viva Velvet Cushion
-
Kronologi Kebakaran Rama Billiard Mergangsan: Karyawan Sempat Dengar Suara 'Kretek-kretek'
-
Tarif Transjakarta Diusul Rp 5.000, Transjabodetabek Rp 10.000