/
Selasa, 11 Oktober 2022 | 21:21 WIB
Kondisi mengerikan akibat lonsor di kawasan Bandung Barat. (Instagram info_padalarang)

SuaraBandungBarat.id Bencana alam terjadi di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat pada Selasa (11/10/2022) pagi.
 
Lokasi titik bencana alam tersebut berada di Kampung Ciharashas, RT 4/6, Desa Margajaya, Kecamatan Ngamprah, Bandung Barat.
 
Deretan Tembok Penahan Tebing (TPT) di kampung tersebut longsor dan mengakibatkan satu unit rumah rusak berat.
 
Longsoran tebing sepanjang 8 meter dengan tinggi 5 meter ini terjadi sekira pukul 09.00 WIB.
 
Dampak dari longsor tersebut, menyebabkan bagian belakang rumah milik Yosman Efrizon (51) yang dihuni oleh 8 jiwa ambrol pada bagian dinding.
 
Para penghuni tempat tinggal tersebut untuk sementara diungsikan lantaran dikhawatirkan bencana longsor kembali terjadi.
 
Pihak BPBD Kabupaten Bandung Barat menginformasikan, longsor TPT rumah itu terjadi akibat hujan deras.
 
Derasnya hujan menyebabkan pondasi terkikis oleh saluran irigasi yang ada di bawah TPT.
 
Sebelum longsor terjadi, disebutkan jika penghuni rumah sempat mendengar suara berderak.
 
Kemudian terasa getaran yang berasal dari bawah lantai. Dalam hitungan detik, semua oenghuni berlarian menyelamatkan diri.
 
Setelah itu, TPT ambrol menyeret bangunan rumah pada bagian belakang hingga mengakibatkan rusak parah.
 

Sementara itu, dikutip dari @ info_padalarang, Camat Ngamprah, Agnes Virganty mengatakan, akibat curah hujan cukup tinggi yang terjadi selama 3 hari mulai 7-10 Oktober mengakibatkan banjir dan longsor.
 
“Hujan pada Selasa sekitar jam 09.00 WIB terjadi longsor akibat dari curah hujan tinggi yang terjadi selama 3 hari berturut-turut,” kata, Agnes Virganty melalui data yang dirilis pada Selasa (11/10/2022).
 
Akibatnya, satu rumah terbawa longsor bagian belakang dan seluruh kondisi bangunan retak-retak mengalami rusak berat.
 
Pihaknya menghimbau untuk warga terdampak longsor agar selalu waspada akan adanya longsor susulan mengingat lokasi tersebut rawan jika hujan turun debit air tinggi akan meluap 
 
“Berdasarkan hasil investigasi bersama aparat kewilayahan kebutuhan yang sangat mendesak adalah, Logistik/paket sembako. Kemudian peralatan dapur, matras, paket sekolah satu,” tuturnya. (*)

Load More