/
Senin, 17 Oktober 2022 | 19:22 WIB
Salah seorang pekerja di pabrik tengah melakukan produksi (Hendra H Rusdaya)

SuaraBandungBarat.id- Rencana aksi mogok produksi para perajin tahu tempe di Kabupaten Barat akhirnya batal, Senin (17/10/2022). Para perajin lebih memilih menaikkan harga kepada pembeli.

Hal tersebut berdasarkan intruksi Paguyuban Tahu tempe Jawa Barat yang memutuskan untuk menaikkan harga jual ketimbang mogok produksi agar bisa menutupi harga produksi.

Perajin tahu asal Cililin, Dedi (40) menjelaskan, keputusan untuk tetap berproduksi tersebut sesuai intruksi dari paguyuban.

"Gak jadi mogok, kita tetap produksi sesuai arahan paguyuban. Tapi konsekuensinya kita naikan harga," katanya, Senin (17/10/2022).

Ia menjelaskan, saat ini harga kacang kedelai yang merupakan bahan baku utama pembuatan tahu terus mengalami kenaikkan mencapai Rp14 ribu perkilogram. Oleh karena itu, dirinya memilih untuk menaikkan harga.

“Kedelai kualitas premium dengan merk Bola sekarang harganya Rp14 ribu per kilogram. Awalnya per papan kita jual Rp40 ribu. Sekarang naik jadi Rp45 ribu. Ini risiko berat, tapi mau gak mau kita juga perlu tutupi ongkos produksi,” katanya. 

Sementara itu, perajin tahu lainnya Elis (44) mengatakan, dirinya menaikkan harga tahu sebesar 10 persen dari harga normal. Biasanya tahu yang ia jual harganya Rp450 perbiji sekarang menjadi Rp500.

"Percuma mogok juga harga kedelai tetap mahal. Jadi mending kita ikut naikan tempe-tahun-nya," katanya.

Sementara itu,salah seorang konsumen tahu, Affiyah mengatakan, dirinya mengaku tidak keberatan dengan harga tahu yang naik tidak terlalu signifikan. Ia mengatakan, bahwa tahu merupakan makanan yang wajib dihidangkan setiap hari.

Baca Juga: Konser Cinta Leslar Bersemi Kembali Viral di Media Sosial, Indosiar Berikan Klarifikasi

“Kalau mogok kan kita ga makan tahu, apalagi tahu salah satu teman nasi yang murah meriah dihidangkan,” tuturnya. (*)

Load More