- Lini fastener (U-Bolt) jadi pilar pertumbuhan baru INDS sejak produksi 2025.
INDS bidik pasar Timur Tengah (UAE, Uzbekistan) dan AS pada tahun 2026.
Incar posisi 3 besar pemain fastener domestik dan perluas segmen non-otomotif.
Suara.com - Emiten komponen otomotif, PT Indospring Tbk (INDS), mulai memetik manisnya strategi diversifikasi bisnis. Lini produk teranyar mereka, fastener (U-Bolt), yang mulai diproduksi komersial sejak 2025, diproyeksikan bakal menjadi mesin pertumbuhan baru (growth driver) perseroan di panggung global.
Direktur INDS, Bob Budiono, mengungkapkan bahwa perusahaan kini tengah mengarahkan kemudi pada penguatan pasar ekspor setelah kapasitas produksi pabrik fastener beroperasi penuh. Tak main-main, INDS membidik posisi tiga besar pemain fastener di pasar domestik dalam jangka panjang.
“Tahun ini fokus kami masih aftermarket. Namun, kami juga menyiapkan opsi ekspansi ke fastener non-otomotif sebagai langkah diversifikasi risiko usaha,” ujar Bob dalam keterangan tertulisnya dikutip Jumat (20/2/2026).
Langkah INDS tidak hanya berhenti di pasar lokal. Memasuki tahun 2026, perseroan mulai tancap gas menyasar pasar Timur Tengah, seperti Uni Emirat Arab (UAE) dan Uzbekistan, hingga menembus pasar Amerika Serikat.
Pemilihan wilayah ini bukan tanpa alasan. Bob menyebut adanya kesamaan spesifikasi kendaraan di wilayah tersebut dengan Indonesia, terutama dominasi truk merek Jepang yang menggunakan standar teknis serupa.
"Karakteristik pasar Timur Tengah dan Asia Tengah memberikan peluang pertumbuhan yang menarik, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasar domestik," tambahnya.
Optimisme INDS didukung oleh rapor keuangan yang cukup mentereng. Hingga kuartal III-2025, perseroan sukses mengantongi penjualan bersih sebesar Rp2,46 triliun. Angka ini mencerminkan permintaan yang masih solid dari pasar domestik maupun mancanegara.
Di sisi lain, gairah industri otomotif nasional tahun 2026 diprediksi makin memanas. Data Gaikindo memproyeksikan penjualan mobil akan menyentuh angka 850.000 unit, atau tumbuh 5,4% dibandingkan realisasi tahun 2025 sebesar 803.687 unit.
Dengan portofolio yang kian lengkap mulai dari pegas daun, pegas keong, sistem pengereman, hingga kini fastener Indospring kian kokoh di jalur hijau untuk mengukuhkan posisinya sebagai raja komponen otomotif di pasar global.
Baca Juga: IHSG Berbalik Perkasa pada Jumat Pagi, Kembali ke Level 8.300
Berita Terkait
Terpopuler
- Terpopuler: Waktu yang Ideal untuk Ganti HP, Rekomendasi HP untuk Jangka Panjang
- Bacaan Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh, Kapan Waktu yang Tepat untuk Membacanya?
- Tak Hanya di Jateng, DIY Berlakukan Pajak Opsen 66 Persen, Pajak Kendaraan Tak Naik
- LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
- Pemerintah Puasa Tanggal Berapa? Cek Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
Pilihan
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
-
Bisnis Dihimpit Opsen, Pengusaha Rental Mobil Tuntut Transparansi Pajak
-
Pesawat Pengangkut BBM Jatuh di Krayan Timur, Pencarian Masuk ke Hutan Belantara
Terkini
-
Freeport Mcmoran Tetap Investasi USD 20 Milar di RI Hingga 20 Tahun ke Depan
-
Harga Emas Antam Terbang, Hari Ini Dibanderol Rp 2,94 Juta/Gram
-
Indonesia Akan Impor Energi dari AS Senilai USD 15 Miliar per Tahun lewat Perjanjian Dagang Baru
-
Perusahaan Tanggung BPJS Driver Ojol, Beban Iuran Hilang
-
Rupiah Masih Meriang, Dolar AS Sentuh Level Rp16.908
-
Diteken Prabowo - Trump, 1.819 Produk Indonesia Dapat Tarif Nol Persen ke AS
-
Prabowo - Trump Resmi Tandatangani Kesepakatan Perdagangan Resiprokal, Begini Isinya
-
IHSG Berbalik Perkasa pada Jumat Pagi, Kembali ke Level 8.300
-
267 Emiten Belum Penuhi Ketentuan Free Float 15 Persen, Siapa Saja?
-
Laba Bank Danamon Tumbuh 14 Persen Jadi Rp4 Triliun pada 2025