- Persib Bandung tersingkir di 16 besar ACL 2 2025/2026 walau menang tipis 1-0 di laga kedua.
- Partisipasi tersebut menghasilkan pemasukan total fantastis sekitar 730.000 dolar AS atau Rp 12,1 miliar bagi klub.
- Dana didapat dari partisipasi grup, bonus empat kemenangan, subsidi tandang, dan hadiah lolos ke babak 16 besar.
Suara.com - Langkah Persib Bandung di panggung Asia memang harus terhenti di babak 16 besar AFC Champions League Two (ACL 2) 2025/2026.
Namun di balik kegagalan tersebut, Maung Bandung tetap berhasil membawa pulang pundi-pundi uang yang nilainya sangat fantastis.
Dalam laga leg kedua melawan Ratchaburi FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Rabu (18/2/2026), Persib sejatinya berhasil meraih kemenangan tipis 1-0 berkat gol tunggal Andrew Jung.
Sayangnya kemenangan itu tidak cukup untuk membalikkan keadaan setelah kalah 0-3 di leg pertama.
Meski harus angkat koper, partisipasi Persib di kompetisi kasta kedua antarklub Asia ini tidaklah sia-sia dari segi finansial.
Sepanjang perjalanannya, klub kebanggaan Bobotoh ini diperkirakan telah mengantongi total pemasukan sebesar 730.000 dolar AS atau setara dengan Rp 12,1 miliar.
Lalu, dari mana saja sumber pemasukan fantastis tersebut. Pertama dari dana partisipasi fase grup.
Hanya dengan lolos ke fase grup, Persib sudah langsung mendapatkan dana sebesar 300.000 dolar AS (sekitar Rp 5 miliar).
Kemudian AFC memberikan bonus untuk setiap kemenangan yang diraih di fase grup.
Baca Juga: Usai Permalukan Persib, Striker Ratchaburi FC Jadi Korban Rasis, Istri dan Anak Juga Diserang
Dengan catatan empat kemenangan di Grup G, Persib berhak atas bonus tambahan sebesar 200.000 dolar AS (sekitar Rp 3,3 miliar).
Selanjutnya untuk tiga laga tandang yang dijalani selama fase grup, Persib juga menerima subsidi perjalanan dari AFC dengan total 150.000 dolar AS (sekitar Rp 2,5 miliar).
Keberhasilan melaju 16 besar juga membuat Pangeran Biru mendapatkan hadiah lebih besar.
Keberhasilan melaju ke babak 16 besar kembali diganjar dengan dana partisipasi sebesar 80.000 dolar AS (sekitar Rp 1,3 miliar).
Total pemasukan ini menjadi bukti bahwa partisipasi di level Asia tidak hanya soal prestasi di lapangan, tetapi juga memberikan keuntungan finansial yang signifikan bagi keberlangsungan klub.
Berita Terkait
-
Adam Przybek Pulang Kampung usai Persib Bandung Tersingkir dari ACL 2 2025/2026
-
Media Thailand: Oknum Suporter Persib Lempar Pecahan Keramik ke Pemain Ratchaburi FC
-
5 Fakta Miris Usai Persib Disingkirkan Ratchaburi FC: Suporter Masuk Lapangan Sampai Teror Rasisme
-
Kartu Merah Uilliam Jadi Sorotan, Sergio Castel Tahan Diri Komentari Wasit Majed Al-Shamrani
-
Persib Tekuk Ratchaburi, Worrawoot Srimaka Sebut Atmosfer Bobotoh Mahal dan Tak Ada di Thailand
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Inovasi Terbaru Kecantikan Wajah, Volulift 2.0 Resmi Diperkenalkan
-
Paradoks Jajanan SD versus MBG: Mengapa Proyek Besar Justru Rawan Keracunan?
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama