SuaraBandungBarat.id- Kuasa Hukum Brigadir J Komarudin Simanjuntak yakin terdakwa Ricard Eliezer atau Bharada E berkata jujur.
Hal tersebut diungkapkannya pada perbincangan bersama Metro TV dalam program KONTROVERSI yang dikutip pada Senin (31/10/2022).
Ia mengatakan, awalnya Bharada E mengikuti skenario yang dibuat oleh Ferdy Sambo atau penasihat ahli Kapolri yang menyebut peristiwa tersebut merupakan tembak menembak.
"Sejak dia saya berkati dia telah berkata jujur," katanya.
Ia menambahkan, sejak awal kasus ini mencuat pihaknya terus mendorong Bharada E untuk berkata jujur.
"Tetapi sejak saya katakan kepada dia, dia harus jujur supaya ada pengampunan," katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan, hal tersebut juga ia sampaikan kepada pengacara Bharada E yang pertama yakni Andreas Nahok Silitonga.
"Jangan bela kalau tidak jujur dan saya bisiki dan saya tunjukkan informasi intelijen mengenai uang itu yang ia (Ferdy Sambo) janjikan atau diberikan uang miliaran rupiah, handphone baru dan sebagainya (kepada Bharada E). Maka Nahok Silitonga pun mundur," katanya.
Usai mendapatkan pengacara baru yakni Dialopa, kata Kamaruddin, Bharada E mulai berkata jujur dengan peristiwa yang menimpa mendiang Brigadir J.
Baca Juga: Sumbangan Gol Leewandowski Angkat Barcelona Meraih 1-0
"Ricard Eliezer harus mengatakan tentang apa yang dilihat, didengar dan dialami tanpa ada yang ditutupi sesuatu apapun. Soal penilaian biarkan itu urusan majelis hakim," katanya. (*)
Sumber: YouTube Metro TV
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Polisi Gelar Pra Rekonstruksi Kematian Steven Arya di Langkat
-
Ulasan Drama Taxi Driver, Keadilan Hukum di Balik Taksi Mewah Misterius
-
Bantah Mobilisasi Massa Demo Pro MBG, Bakom RI: Itu Tidak Benar!
-
Review Serial I Will Find You: Sebuah Misteri Pelarian Emosional Sang Ayah
-
MJM 2026: Bank Mandiri Hadirkan Mandiri Bakti Kesehatan, Dukung UMKM dan Warisan Budaya Yogyakarta
-
Selly Gantina Kecam Aksi Biadab Pacar Sekap Perempuan 3 Tahun di Bandung: Tak Boleh Ada Impunitas
-
Teka-Teki Mayat Wanita di dalam Innova Pelat Merah di Parkiran Terminal 1 Bandara Juanda
-
Dua Warga Tertembak dan Mess Dibakar, Bagaimana Kerusuhan di PT BCP Group Wilmar Bermula?
-
Piala Dunia 2026: Momen Gol Kedua Portugal, Nuno Mendes Curi Tendangan Bebas Milik Ronaldo?
-
Bunga Kredit PNM Mekaar Turun Jadi 8 Persen, OJK Mendadak Beri Peringatan