SuaraBandungBarat.id- Festival tanaman hias Cihideung Plants Festival (CPF) menjadi momentum para kelompok tani di kawasan tersebut untuk meningkatkan penjualan.
Kegiatan yang dilaksanakan di Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, KBB selama tiga hari yakni Kamis-Sabtu 10-12 November 2022 tersebut berhasil jadi magnet bagi kolektor tanaman hias.
Ketua panitia Cihideung Plants Festival, Riki Subagja menjelaskan, kegiatan yang baru pertama kali dilaksanakan di Bandung Barat tersebut menjadi berkah bagi para petani tanaman hias di wilayahnya.
“Ratusan jenis tanaman sukses terjual di ajang ini. Beberapa petani bahkan berhasil mendulang cuan hingga puluhan juta dari satu jenis tanaman. Alhamdulillah petani sangat terbantu oleh festival ini. Terakhir saya cek ke tiap boots, ada dua petani berhasil menjual Rp30 juta-an untuk satu tanaman hias. Kalau gak salah jenis tanaman yang terjual yakni scindapsus dan alocasia," katanya.
Ia menambahkan, dengan capaian yang cukup lumayan pada even CPF ini menjadi motivasi agar kegiatan serupa di kemudian hari dapat terlaksana lebih baik lagi dan ini merupakan semangat baru bagi petani tanaman hias di Kabupaten Bandung Barat.
"Saya harap jadi motor ekonomi baru bagi petani di Bandung Barat sehingga tanaman hias ini bisa jadi sumber ekonomi yang bisa diunggulkan. Sekarang kan masih dipandang sebelah mata, karena bukan sektor pangan, atau jenis pertanian yang cepat panen, jadi kita sedang berjuang melalui event ini," katanya.
Sementara itu, salah seorang pengunjung, Affiyah Hanania mengatakan, ferstival tersebut merupakan kegiatan yang ia datangi pertama kali.
“Ingin tahu jenis tanaman hias ada apa aja terus memang di rumah juga lagi mulai suka koleksi tanaman hias tersebut,” katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan, dengan harga yang bervariasi dan banyak jenis tanaman yang bisa dipilih menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang datang.
Baca Juga: Pelatih Sepatu Roda Kabupaten Bekasi Ngaku Puas Atletnya Mampu Sumbang 6 Medali
“Ini jadi bahan edukasi juga agar kita lebih mengenal tanaman hias seperti apa,” katanya.
Pengunjung lain, Muhammad A Baehaqi, mengatakan, dirinya sengaja datang untuk sekadar menambah wawasan dan berlibur juga di akhir pekan usai beraktivitas.
“Liat tanaman hias yang indah jadi momen healing juga buat kita sebagai pengunjung,” katanya. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik