Suara.com - Bisnis tanaman hias sempat meroket saat masa pandemi, ketika banyak orang di rumah saja dan mencari kegiatan bermanfaat yang sekaligus bisa menghasilkan cuan. Tak sedikit yang tergiur dengan bisnis tanaman hias ini, karena dengan modal sedikit, bisa meraup keuntungan hingga jutaan rupiah.
Meski merawat tanaman hias kelihatannya mudah, tapi berbeda ketika kita menjadikannya sebagai ladang bisnis, karena diperlukan juga komitmen dan ketekunan yang tinggi, serta perencanaan matang.
Nah, buat kamu yang masih ingin melanjutkan bisnis tanaman hias, simak 5 tips agar keuntungan yang diperoleh bisa maksimal, mengutip dari laman Sahabat Pegadaian.
1. Pilih jenis tanaman hias yang tepat
Sebagai pebisnis, kamu tentu harus tahu jenis tanaman hias apa yang akan laku di pasaran. Dengan begitu, kamu akan terhindar dari risiko tanaman hiasmu nggak laku. Kamu bisa pilih tanaman hias yang mudah dibudidayakan dan tidak repot, seperti tanaman sansevieria atau lidah mertua, sirih gading, kaktus, monstera, sri rejeki, hingga tanaman spider plant.
2. Pelajari jenis tanaman yang kamu jual
Tentu sjaa kamu harus tahu semua informasi mengenai tanaman hias yang kamu jual. Misal, jenis apa yang paling mudah dirawat, seberapa banyak boleh dikasih air, kapan saat terbaik untuk memindahkannya ke pot yang lebih besar, dsb. Jadi, jangan malas meng-upgrade pengetahuanmu, ya.
3. Lokasi jualan tanaman hias juga penting
Salah satu keuntungan dari bisnis tanaman hias adalah bisa dilakukan di mana saja, termasuk rumah sendiri. Meski begitu, kamu tetap harus memperhatikan kelayakannya, ya. Misalnya, pastikan halaman di rumah memiliki sirkulasi udara yang baik, pencahayaannya bagus, dan tidak terlalu panas. Sebaiknya, bedakan juga tempat untuk tanaman yang tidak tahan air dan tanaman yang suka air.
4. Ikuti tren tanaman hias
Baca Juga: Tanaman Hias Langka nan Unik di FLOII Convex 2022, Dilelang dengan Harga di Atas Rp 100 Juta
Sama seperti bisnis yang lain, bisnis tanaman hias juga memiliki trennya. Setiap tahun, tren tanaman hias bisa berubah-ubah dan harganya bisa melambung tinggi. Misal, beberapa waktu lalu, beberapa tanaman hias memiliki permintaan yang cukup tinggi di tahun 2020 dan 2021, seperti Monstera, Sansevieria, dan Anthurium. Kalau sudah tahu jenis tanaman hias apa yang lagi jadi tren dan banyak dicari, sebaiknya perbanyak tanaman hias jenis tersebut sebagai peluang untuk mendapatkan harga jual yang lebih tinggi.
5. Gunakan strategi pemasaran yang tepat
Bisnis tanaman hias juga butuh strategi pemasaran, lho. Kamu bisa menggunakan banyak platform seperti TikTok, Instagram, YouTube, dan e-commerce untuk menjual tanaman hias. Cari ide konten apa saja yang bisa kamu posting di media sosial untuk menarik perhatian pelanggan, selain foto-foto tanaman hias yang kamu jual.
Berita Terkait
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Indonesia Ditinggal Investor, Singapura Jadi Bursa Saham Terbesar Asia Tenggara
-
AI Mulai Ubah Cara Anak Muda Trading Saham di Indonesia
-
Gen Z Makin Akrab dengan Paylater, Tapi Belum Disiplin Investasi
-
Siap-siap! Purbaya Mau Patuhi Perintah Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai
-
Tugas BUMN Danantara Sumberdaya Indonesia Baru Pencatatan Ekspor
-
BTN Salurkan KPP Hampir Rp3 Triliun
-
Prabowo Minta Purbaya Ganti Pimpinan Bea Cukai, Singgung Kasus Era Orde Baru
-
Pemerintah Beri Insentif Pajak 0 Persen Bagi Eksportir SDA, Ini Syaratnya
-
Sentimen BUMN Makelar Eskpor Bikin IHSG Kacau Balau, Ambruk Lagi 0,82%
-
Devisa Hasil Ekspor SDA Wajib Ditempatkan di Bank Himbara, Ini Skemanya