SuaraBandungBarat.id- Proses operasi pemisahan tubuh bayi kembar siam asal Kampung Umur-umuran, Desa Cipada, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) segera dilakukan.
Pasalnya, uang kekurangan untuk biaya operasi bayi bernama Ayesha Azalea Putri Emira dan Aleeya Azalea Putri Emira tersebut sudah siap.
Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan mengatakan, saat ini kekurangan biaya operasi untuk pemisahan tubuh tersebut sudah ada. Selain itu, kondisi kesehatan bayi tersebut dalam kondisi sehat.
"Alhamdulillah dananya sudah terkumpul semua, jadi adik kita ini bisa segera menjalani operasi," katanya, Senin (21/11/2022).
Ia menjelaskan, kekurangan dana untuk biaya operasi kurang lebih Rp200 juta tersebut sudah tertutupi dari ASN dan orang-orang baik yang turut serta membantu.
"Ada dari saya, ASN Bandung Barat dan juga orang-orang baik yang tidak bisa disebutkan satu persatu," katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan, kondisi kesehatan kedua bayi tersebut sehat dan siap menjalani operasi pemisahan tubuh di RSHS Bandung.
"Kondisi kesehatan keduanya baik dan organ vital nya pun dalam kondisi normal," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Hengky meminta doa kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bandung Barat operasi tersebut berjalan lancar.
Baca Juga: Investor dan Trader Indonesia Bisa 'Penyelamat' Kripto dari Kehancuran
"Mohon doanya mudah-mudahan operasinya berjalan lancar dan keduanya dalam keadaan sehat," katanya.
Sebelumnya, Ketua Tim Dokter Bedah RSHS Bandung, Dikki Drajat menjelaskan, kondisi kedua bayi kembar siam pada perut dan dada (omphalopagus) merupakan kasus yang langka.
“Untuk kondisi Aleeya dan Ayesha ini yang dempet itu liver serta pembuluh darah menyilang yang harus dibebaskan kemudian organ-organ lain seperti usus, ginjal, kantung kemih, dan lainnya itu punya organ masing-masing,” katanya saat ditemui, Selasa (8/11/2022) lalu.
Dengan kondisi organ dalam keduanya lengkap. Kata dia, sehingga tidak membutuhkan donor organ dari orang lain. Berdasarkan hasil operasi pada kasus sebelumnya tingkat keberhasilan operasi pemisahan tubuh tersebut cukup tinggi
“Dipastikan tidak perlu donor. Sudah punya organ masing-masing. Tingkat keberhasilannya insyaallah tinggi. Ada 5-6 kasus yang sudah kita tangani berhasil. Kalau melihat hasil evaluasi dan pemeriksaan. yang paling kompleks adalah liver,” katanya.
Ia menyebut, tindakan operasi pemisahan tubuh bayi kembar siam asal Kabupaten Bandung Barat tersebut bakal melibatkan sejumlah dokter diantaranya mulai dari dokter jaringan, gizi, termasuk psikolog, dokter bius dan dokter bedah.
“Masa pemulihan tergantung kondisi bayi. kalau yang sudah-sudah paling seminggu, tapi ada yang panjang karena kita tidak bisa memprediksi bagaimana proses penyembuhan pasca operasi. Karena kemungkinan ada tambahan jaringan biasanya pelapis tambahan. jaringan dari sapi atau benang. kadang-kadang ini terjadi penolakan sehingga terjadi infeksi sehingga mesti operasi ulang,” katanya. (*)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Ekonomi Hijau Jadi Strategi Nasional, Bisa Ciptakan 5 Juta Lapangan Kerja Baru pada 2029
-
9 HP Murah RAM 8 GB dan Memori 256 GB Harga Rp1 Jutaan yangLayak Lirik
-
Danantara Laporkan Progres Kampung Haji, Proyek Masuk Tahap Pemilihan Arsitek
-
Minat Investasi Tinggi, Bank Jago Catat 3,6 Juta Nasabah Sudah Terhubung Bibit
-
Lumbung Pangan yang Kian Tangguh: Menakar Otot Ekonomi Lampung di Tahun 2026
-
Titah Mark-up Mantan Ketua DPRD Ponorogo Berujung Bui
-
Aset Industri Keuangan Syariah Tembus Rp3.131 Triliun pada 2025, Tertinggi Sepanjang Sejarah
-
MAXUS Kenalkan Konsep Kemewahan Lewat MPV Listrik MIFA 7 dan MIFA 9 di GIIAS 2026
-
John Herdman Bongkar Target Besar Timnas Indonesia, Piala AFF 2026 Cuma Batu Loncatan
-
Ulasan Film Kado untuk Ibu: Renungan Indah Mengenai Kasih Sayang Orang Tua