- PT Bank Jago Tbk mencatat 3,6 juta pengguna terhubung dengan ekosistem Bibit dan Stockbit hingga Juli 2026.
- Kolaborasi strategis tersebut memperluas akses masyarakat terhadap layanan investasi digital terintegrasi berdasarkan profil risiko masing-masing.
- Portofolio investasi nasabah didominasi oleh instrumen saham sebesar 48,4 persen dan reksa dana mencapai 38,6 persen.
Suara.com - PT Bank Jago Tbk terus mencatatkan pertumbuhan nasabahnya. Salah satunya kolaborasi dengan ekosistem Bibit dan Stockbit.
Adapun, perusahaan mencatat 3,6 juta pengguna yang terhubung ke ekosistem Bibit dan Stockbit hingga Juli 2026. Sementara itu, jumlah pengguna Rekening Dana Nasabah (RDN) Bank Jago yang terkoneksi dengan kedua platform tersebut mendekati 2 juta.
Dalam hal ini, Head of Wealth Management Bank Jago, Nyoman Sukmawati, mengatakan kolaborasi tersebut memperluas akses masyarakat terhadap layanan investasi digital yang terintegrasi.
“Kolaborasi ini telah membantu lebih banyak masyarakat memulai dan mengembangkan investasi di instrumen keuangan dan pasar modal yang saling terintegrasi secara digital,” ujar Nyoman dalam konferensi pers 5th Anniversary Bank Jago-Bibit, Kamis (5/8/2026).
Dia mengatakan, saat nasabahan menunjukkan minat terhadap berbagai instrumen investasi sesuai kebutuhan dan profil risiko masing-masing.
Berdasarkan jenis instrumen, portofolio investasi nasabah Bank Jago yang dikelola melalui Bibit dan Stockbit saat ini terdiri dari saham (48,4 persen), reksa dana (38,6 persen), dan obligasi (13 persen).
"Sementara dari volume transaksi, saham mendominasi sebesar 88 persen, disusul reksa dana (11,9 persen), dan sisanya obligasi,"'katanya.
Nyoman menyampaikan bahwa ke depan Bank Jago akan memperdalam kolaborasi strategis dengan ekosistem keuangan yang ada serta memperluas kemitraan untuk berbagai produk investasi baru.
“Selain reksadana, saham, dan obligasi yang tersedia saat ini, kami terus melihat potensi pengembangan pilihan investasi lainnya di masa depan sejalan dengan kebutuhan nasabah, dinamika pasar, dan perkembangan digital,” imbuhnya.
Sementara itu, Head of PR & Corporate Communication Bibit & Stockbit, William, menilai tren investasi digital terus menguat seiring meningkatnya partisipasi investor ritel, terutama generasi muda. Hingga akhir semester I-2026, jumlah investor pasar modal Indonesia tercatat hampir mencapai 30 juta.
"Investasi telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat, khususnya generasi muda, dalam rangka memiliki kesehatan finansial dan masa depan yang lebih baik. Karena itulah, kolaborasi Bibit-Stockbit bersama Bank Jago dalam menghadirkan pengalaman investasi yang aman, mudah dipahami, dan terintegrasi menjadi sangat penting dan relevan,” tegasnya.