Ketua FKPT Prov. Jawa Tengah, Prof. Dr. Syamsul Ma'arif, M.Ag menuturkan untuk menangani radikalisme di Indonesia bisa melalui lembaga pendidikan.
Sebab menurutnya, pendidikan ini memiliki dampak yang panjang.
“Sudah saatnya kita melakukan social engineering untuk mempertemukan connecting people intuk merekayasa engagement satu dan yang lainnya,” tuturnya.
“Sudah saatnya rangkul anak muda, kita pahamkan untuk mereka mencintai negara NKRI dan semaunya harus senantiasa memiliki daya tangkal yang kiat dengan cara berpikir nasional, dan mampu melakukan konta narasi dan kontra radikalisme,” sambungnya.
Setelah itu, bisa mengadakan event mempertemukan anak-anak muda untuk berdialog dalam rangka mencari masalah dan mencari kemaslahatan.
“Kita membangun kebersamaan, karena dengan kebersanaan, masalah kita bisa lalui,” ungkap Syamsul Ma'arif.
Koordinator Duta Damai Jawa Barat, Ridwan Rustandi, M.Sos menyampaikan, upaya yang bisa dilakukan anak muda dalam hal ini Duta Damai Dunia Maya dalam melakukan pencegahan radikalisme adalah dengan "Nasionalisme Digital".
Artinya, pertama anak muda harus mampu membangun ketahanan diri, memberikan satu stimulus yang positif dengan narasi konten kreatif.
"Jadi memang pentingnya membangun kesadaran dulu," kata Ridwan di Sentul, Bogor Selasa 27 Desember 2022.
Baca Juga: 6 Ide Rayakan Malam Tahun Baru Bersama Anak, Dijamin Seru Abis!
Kedua, anak muda juga harus membangun ketahanan keluarga.
"Jadi tidak cukup ketahanan diri, tapi ketahanan keluarga juga ada, maka kita bikin, misalnya memberikan satu stimulus yang positif minimal untuk saudara adik dan orangtua," ungkapnya.
Ketiga, upaya pencegahan radikalisme dan terorisme ini bisa dilakukan dengan ketahanan lingkungan.
"Artinya, anak muda harus juga proaktif dengan kegiatan yang sifatnya memberdayakan masyarakat, membantu tokoh masyarakat untuk melakukan upaya baik pencegahan atau penanggulangan radikalisme," pungkas Ridwan Rustandi.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
Terkini
-
Harga BBM Sudah Mau Negara Maju, Pendapatan Masih Negara Berkembang
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Timnas Italia Ingin Bajak Didier Deschamps, Kylian Mbappe Pasang Badan Halangi
-
Bosnia Kejutkan Kanada di Laga Pembuka Piala Dunia 2026, Gol Lukic Bungkam Tuan Rumah
-
Daftar Top Skor Sementara Piala Dunia 2026: Duo Korsel Memimpin
-
Kiper Nigeria Bikin Kaum Hawa Terpesona! Ini Dia Pemain Paling Tampan di Piala Dunia 2026
-
Viral! Jurnalis Perempuan Jadi Korban Pelecehan saat Liputan Piala Dunia 2026
-
Alasan Mantan Anak Emas John Herdman Absen di Laga Kanada vs Bosnia
-
Fakta vs Klaim FIFA: Benarkah Banyak Kursi Kosong di Piala Dunia 2026?
-
Penampakan Stadion Terburuk Piala Dunia 2026: Angin Kencang Bikin Tribun Goyang