SuaraBandungBarat.id - Ken Block seorang pereli terkenal meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tragis di trek bersalju saat mengendarai snowmobile (kendaraan bersalju) pada Senin (02/01/2023) lalu.
Hoonigan Racing Division yang merupakan tim relinya mengonfirmasi perihal Ken Block Meninggal Dunia melalui Instagram mereka.
"Dengan penyesalan terdalam kami, kami dapat mengonfirmasi bahwa Ken Block meninggal dunia dalam kecelakaan mobil salju pada hari ini." "Ken adalah seorang yang visioner, perintis, dan ikon. Dan yang paling penting, seorang ayah dan suami. Dia akan sangat dirindukan," tulis Hoonigan Racing di Instagram mereka.
Dilansir dari Kompas, Kenneth Paul Block atau yang biasa dikenal Ken Block lahir di California pada 21 November 1967. Ia merupakan pereli profesional, drifter, Youtuber, dan juga pendiri Hoonigan Racing Division. Selain menekuni reli dan drifting, Ken Block juga aktif di berbagai cabang olah raga seperti skateboard dan motorcross.
Ken Block menjalani debut pertamanya di ajang FIA World Rallycross Championship pada 2014. Nomor 43 menjadi ciri khasnya, Block meraih dua kali podium dari 26 balap yang ia lakoni. Block juga aktif di beberapa kejuaraan reli semisal Global RallyCross Championship dan Rally America.
Ken Block menjadi salah satu pereli paling terkenal di dunia. Salah satu aksi yang membuat ia begitu dikagumi adalah gymkhana yang memukau. Block memproduksi seri aksi gymkhana yang ditonton jutaan kali di YouTube. Ken Block meninggalkan seorang istri, Lucy, yang ia nikahi pada 2004 dan tiga orang anak. Putri Block, Lia, yang kini berusia 16 tahun mengikuti bisnis keluarga dan juga menjadi pebalap mobil.
(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel