Para penderita diabetes harus mengetahui manfaat buah labu kuning yang identik dengan perayaan helloween tersebut. Untuk mengetahui khasiat dari buah labu ini, mari simak ulasan berikut.
Beragam Manfaat Makan Labu Kuning untuk Diabetesi
Perlu penderita diabetes ketahui labu kuning merupakan salah satu sumber makanan yang rendah kalori dan memiliki nutrisi untuk kesehatan tubuh. Berikut ini beberapa manfaat yang bisa didapatkan dari labu kuning untuk penderita diabetes, di antaranya:
1. Membantu Menjaga Kesehatan Pencernaan
Salahsatu manfaat labu kuning bagi penderita diabetes yakni dapat membantu pencernaan. Terlebih para penderita diabetes ini kerap kali mengalami masalah pencernaan dan lambung. Selain itu, lanu kuning ini juga dapat memperlambat laju penyerapan gula dalam aliran darah. Anda bisa mengolahnya menjadi sup atau puree.
2. Membantu Mengontrol Kadar Gula Darah
Salah satu kandungan yang ada dalam labu kuning ini adalah vitamin A dan kandungan tersebut baik untuk mengontrol kadar gula darah tinggi. Labu kuning ini juga memiliki indeks glikemik yang rendah sehingga mengonsumsinya dalam jumlah sedang tidak menyebabkan lonjakan gula darah. Kandungan serat yang terdapat di dalamnya juga bisa memperlambat pelepasan gula ke aliran darah.
3. Menjaga Kesehatan Mata
Kandungan vitamin A juga dapat berguna untuk memelihara kesehatan mata sekaligus mencegah atau meminimalisir kondisi rabun senja, katarak, dan degenerasi macula.
Baca Juga: Menpora: Siapa Pun Ketua Umum PSSI, Saya Hanya Waketum
4. Mencegah Kerusakan Pembuluh Darah
Labu kuning juga berguna untuk mencegah kerusakan pembuluh darah akibat kadar glukosa yang tinggi pada pasien diabetes tipe 2 karena labu kuning mengandung vitamin C dan labu kuning juga bisa membantu memperlambat kerusakan insulin yang berlebihan.
5. Meningkatkan Metabolisme Tubuh
Perlu diketahui, Labu kuning ternyata kaya akan sumber beta karoten dan dapat membantu meningkatkan kesehatan metabolisme. Beta karoten juga membantu mengontrol gula darah dan proses distribusi lemak di tubuh.
6. Mengatasi Stres Oksidatif
Penderita diabetes sering mengalami penurunan produksi hormon insulin secara signifikan. Jika hal tersebut terjadi, maka dapat berdampak pada sistem metabolisme tubuh seperti kadar lemak, karbohidrat, dan protein di tubuh menjadi tidak normal. Kondisi ini bisa memicu stres oksidatif sekaligus gangguan metabolik. Namun, mengonsumsi labu kuning dipercaya dapat membantu tubuh dalam melawan stres oksidatif. Hal ini terjadi karena buah satu ini diperkaya dengan kandungan antioksidan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Gagal Masuk Negeri? Jangan Cemas, 800 Lebih Sekolah Swasta di Banten Kini Gratis
-
12 Kali Raih WTP, Mengapa BPK Masih Minta Sumsel Benahi Sejumlah Hal?
-
6 Fakta Penangkapan Pelaku Pembacokan Maut di Kebon Pedes
-
Puasa 1 Muharram, Sunnah atau Sekadar Tradisi? Ini Niat dan Penjelasan Ulama
-
6 Fakta Nasib Pedagang Usai Pembongkaran Kios Ilegal di Jalur Puncak
-
Di Balik Gemerlap Podium, Nasib Atlet Indonesia Masih Terkatung-katung
-
Korban Terus Bertambah, Dugaan Penipuan Rp1,4 Miliar yang Seret Ibu Bhayangkari Bikin Heboh
-
7 Poin Penting di Balik Tuntutan Soal BBM dan Program MBG
-
Sudah Dapat Rp10 Juta, Pedagang Puncak Tetap Merana: Modal Segitu Mana Cukup
-
PTBA Uji Biomassa Kaliandra Merah untuk Kurangi Emisi Karbon dan Dukung Transisi Energi