- Indeks Wall Street melesat pada Kamis (30/7) akibat reli sektor teknologi, dipimpin lonjakan saham Microsoft dan semikonduktor.
- Bursa saham Asia bergerak bervariasi pada 30 Juli 2026 karena investor mencerna kebijakan suku bunga The Fed.
- IHSG ditutup menguat 1,56 persen dengan masuknya aliran dana asing senilai kurang lebih Rp100 miliar kemarin.
Suara.com - Pasar saham global kembali menunjukkan gairah. Indeks-indeks utama Wall Street ditutup melesat pada perdagangan Kamis (30/7), sekaligus membalikkan arah setelah mengalami aksi jual besar-besaran di hari sebelumnya akibat keputusan The Fed yang menahan suku bunga acuan.
Lonjakan ini didominasi oleh reli saham-saham sektor teknologi, yang sukses membawa indeks Nasdaq mengakhiri tren penurunan panjangnya.
Nasdaq Composite melonjak 2,8% (mengakhiri tren penurunan enam hari beruntun).
S&P 500 menguat 1,7%.
Dow Jones Industrial Average melesat 1,19%.
Saham Microsoft menjadi motor penggerak utama dengan meroket sekitar 16%. Apresiasi pasar ini merespons laporan pertumbuhan bisnis komputasi awan (cloud) Azure yang sukses melampaui ekspektasi analis.
Sektor semikonduktor turut berpesta. ETF iShares Semiconductor melompat lebih dari 8%, didorong oleh meroketnya saham Micron Technology sebesar 18% dan Advanced Micro Devices (AMD) yang melesat lebih dari 13%.
Di sisi lain, saham Meta Platforms justru terkoreksi 8% usai perusahaan merilis proyeksi pendapatan yang melemah serta melaporkan anjloknya arus kas bebas Kuartal II hingga 91%.
Saat ini, investor juga tengah menanti rilis laporan keuangan raksasa teknologi lainnya seperti Amazon, Apple, dan Coinbase.
Baca Juga: IHSG Tahan Badai Menguat 1,55% Hari Ini, BBCA Pendorongnya
Berbeda dengan Wall Street yang melaju kencang, bursa saham Asia bergerak lebih bervariasi (mixed) pada perdagangan Kamis (30/7/2026).
Di Jepang, Indeks Nikkei 225 menguat 0,7%, berbanding terbalik dengan Topix yang turun 0,5%. Di Tiongkok dan sekitarnya, Hang Seng Hong Kong naik 0,2%, sementara Taiex Taiwan turun 0,3% dan CSI 300 Tiongkok melemah 1,1%.
Penurunan tajam terjadi di bursa Korea Selatan, di mana Kospi melemah 1,2% dan Kosdaq anjlok 2,7%. Pelemahan ini terjadi pasca pemerintah setempat meningkatkan pembatasan stimulus pada ETF leverage. Untuk bursa lainnya, ASX 200 Australia turun 0,8%, Straits Times Singapura melemah 0,7%, sedangkan FTSE Malaysia naik 0,3%.
Pelaku pasar di Asia masih mencerna sikap The Fed. Gubernur The Fed, Kevin Warsh, menegaskan bahwa penahanan suku bunga bukanlah tanda keterlambatan langkah bank sentral, dan pasar bebas menentukan arah berdasarkan sinyal ekonomi.
Sikap komite yang terbelah—tiga dari 12 pejabat menolak penahanan suku bunga karena khawatir pada inflasi—serta minimnya panduan kebijakan, membuat investor di bursa Asia kekurangan kejelasan arah.
Dari dalam negeri, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa yang solid. Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup menguat 1,56% yang dibarengi dengan masuknya aliran dana asing (net buy) senilai kurang lebih Rp100 miliar.
Lima saham yang menjadi buruan utama investor asing meliputi BBCA, TINS, TLKM, INCO, dan BBNI.
Berdasarkan analisis teknikal dari Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Fanny Suherman, IHSG saat ini memiliki momentum untuk melanjutkan kenaikan dan menguji level resisten kuat. Namun, investor tetap diimbau untuk mewaspadai potensi pembalikan arah.
Peluang IHSG: Berpeluang naik menguji resisten 6.200–6.300.
Peringatan: Hati-hati jika indeks tidak cukup kuat untuk break di atas 6.300, karena ada potensi koreksi kembali.
Area Support: 6.050–6.130
Area Resisten: 6.200–6.300
Berita Terkait
-
IHSG Hijau Pagi Ini ke Level 6.100, Pantau INDF
-
Duit Asing Keluar dari Indonesia Tembus Rp74 Triliun,OJK Nilai Masih Bagian Dinamika Pasar
-
Pergerakan IHSG Hari Ini saat Wall Street Koreksi Parah dan KOSPI Anjlok 6 Persen
-
IHSG Masih Melempem Hari Ini, Saham Prajogo Melesat
-
Meski IHSG Ambruk, Investor Asing Guyur Dana Rp9,16 T di Pasar Modal
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Ulasan Film Sajen Satu Suro: Teror Gaib Sesajen Pembawa Bencana dan Petaka!
-
Saham Teknologi Pimpin Rebound Wall Street, IHSG Bersiap Uji Resisten Kuat 6.300
-
Lawan Tim yang Diperkuat Polisi Berusia 50 Tahun, Bayern Munich Menang Telak 15-0
-
Tutup Rapat-rapat Taktik Timnas Indonesia vs Timor Leste, John Herdman Ingin Fans Penasaran
-
Donald Trump Ultimatum Iran: Gencatan Senjata atau Kami Hantam Lebih Keras
-
Antrean iPhone Tidak Bisa Menjadi Ukuran Kesejahteraan Indonesia
-
3 Poin Harga Mati! Jordi Amat: Timnas Indonesia Wajib Libas Timor Leste
-
Isu Gaji Manajer KDMP Capai Rp16 Juta Sebulan, dari Mana Sumbernya?
-
4 Shio yang Hoki dan Bahagia 31 Juli 2026, Masa Sulit Berakhir Mulai Hari Ini
-
Timnas Indonesia vs Timor Leste, John Herdman: Bukan Hanya Cetak Banyak Gol tapi...