SuaraBandungBarat.id - Kembalinya Bunda Corla ke Tanah Air Indonesia memunculkan berbagai pro dan kontra.
Banyak pendukung Bunda Corla yang menantikan kedatangannya, namun tidak sedikit juga yang berpendapat negatif.
Bahkan salah satu artis tanah air, Nikita Mirzani juga membuat heboh publik terkait ungkapannya tentang Bunda Corla.
Selain itu, Farhat Abbas juga memiliki pandangan lain terhadap Bunda Corla terkait kegiatan yang dilakukannya.
Menurut Farhat Abbas, Bunda Corla telah melakukan suatu gerakan budaya sosial yang tidak sesuai dengan tatakrama Indonesia.
"Yang menjadi persoalan Kami, Kami melihat di sini ada satu gerakan budaya sosial yang tidak sesuai dengan tata krama Indonesia," kata Farhat yang dikutip dari tayangan Youtube Intens Investigasi pada Senin (23/1/2023).
Farhat menyebutkan salah satu contoh yang menurutnya bukan budaya Indonesia yakni disko.
"Kita melihat, pertama jadi iklan disko, disko itu bukan budaya Indonesia," tuturnya.
Bahkan Farhat juga membahas soal gender Bunda Corla hingga berkata jangan menyebut mamang-mamang itu dengan sebutan Bunda.
Baca Juga: Sosok Sony Rizal Taihitu, Warga Bekasi yang Tewas Mengenaskan di Depok Dikenal Humoris
"Ketika Saya memprotes, mamang-mamang itu jangan dipanggil Bunda," ujarnya.
Menurutnya, sebutan Bunda itu hanya cocok untuk seorang wanita yang memiliki kepribadian dan etika kebundaan.
"Karena bunda itu unsurnya jelas, seorang perempuan yang punya etika kebundaan," jelasnya.
Maka dari itu menurut Farhat, Bunda Corla itu tidak pantas disebut bunda, lebih cocok disebut mamang saja atau dipanggil nama,
"Kalo misalnya dia menggunakan porno aksi, porno pakaian, pornografi, maupun porno gerakan, itu gak pantas dipanggil bunda, cukup aja panggil mamang atau kira-kira namanya saja," bebernya.
Lebih lanjut, Farhat memberikan teguran keras terhadap Bunda Corla karena menurutnya sudah melakukan hal yang tidak pantas.
"Kita menegur keras saudari Corla yang secara vulgar dalam tata krama kalimat, termasuk menyebut kalimat-kalimat yang menyebut alat kelamin laki-laki atau perempuan, kemudian kata-kata binatang, dan lain sebagainya," tegasnya.
"Menurut Saya itu bukan pembelajaran yang baik buat seni budaya bangsa Indonesia, Kita harus berprilaku bangsa, bukan berprilaku bangsat," sambungnya.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026