/
Minggu, 12 Februari 2023 | 18:41 WIB
Ilustrasi Sejarah Isra Miraj dan Hikmah dari Hari Bersejarah Bagi Umat Islam(Pixabay)

Rasulullah saw saat peristiwa Isra' Mi’raj, menjadi imam shalat bagi nabi-nabi terdahulu. 

Artinya bahwa mereka patuh dalam mengikuti risalah Nabi Muhammad SAW dan menjadi isyarat bahwa syariatnya telah menghapus syariat nabi-nabi sebelumnya. 

4. Kebenaran disampaikan walaupun pahit

Setelah malam Isra' Mi’raj saat pagi, Nabi memberi kabar apa yang baru dialaminya ke penduduk Makkah. 

Namun, membuat banyak orang tidak percaya dengan kabar itu. Hal ini, menunjukkan bahwa meskipun mendapat banyak penolakan, kebenaran harus tetap disampaikan.

5. Islam adalah agama yang suci

Saat Mi’raj di, Nabi Muhammad SAW diberi pilihan antara air susu dan khamr, tetapi Nabi lebih memilih susu. Lalu, Malaikat Jibril as berkata, “Engkau telah diberi hadiah kesucian.” Di mana hal tersebut, sebagai isyarat bahwa Islam adalah agama suci (fitrah).

6. Keistimewaan Masjidil Aqsha bagi umat Muslim

Masjidil Aqsha yang berada di Palestina, menjadi tempat tujuan Nabi ketika dalam perjalanan Isra’, sebelum akhirnya bertolak ke Sidratul Muntaha. 

Baca Juga: Prediksi dan Head to Head Villareal vs Barcelona, Kemenangan Yang Menentukan Rivalitas dengan Real Madrid

Menandakan bahwa betapa mulianya Masjid Aqsha, di mana masjid ini juga pernah menjadi 
kiblat shalat sebelum berganti Ka’bah. 

Terlebih lagi, jika melakukan shalat di Baitul Maqdis (Masjid al-Aqsha) mendapatkan pahala sebanyak 500 kali lipat dibanding masjid biasa.

7. Pentingnya shalat

Malam Isra' Mi’raj adalah waktu yang disyariatkannya shalat lima waktu secara langsung, tanpa melalui perantara Malaikat Jibril, yang menandakan bahwa shalat memiliki kedudukan sangat penting bagi umat Islam.

8. Memantapkan Nabi Muhammad SAW

Di saat sebelum Mi’raj, Rasulullah mengetahui dan mendengar informasi mengenai surga, neraka, dan hal-hal gaib lainnya melalui wahyu.

Load More