/
Minggu, 12 Februari 2023 | 18:41 WIB
Ilustrasi Sejarah Isra Miraj dan Hikmah dari Hari Bersejarah Bagi Umat Islam(Pixabay)

SuaraBandungBarat.id - Bagi umat Islam, peristiwa Isra' Mi’raj merupakan sebuah hal yang sangat berarti.

Hal tersebut dikarenakan, perintah shalat pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW pada peristiwa ini. 

Sebagaimana diketahui, shalat merupakan rukun Islam kedua yang wajib dikerjakan bagi setiap umat muslim.

Isra' Mi’raj diperingati pada Sabtu, 18 Februari 2023 dengan banyak hikmah yang dapat di ambil dari peristiwa ini.

Melansir dari NU Online, berikut beberapa hikmah dari peristiwa Isra Mi’raj ini.

1. Tingginya derajat kehambaan

Berikut bacaan Al-Isra’ Ayat 1 dalam Arab:

Artinya: Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.


Di dalam surat Al-Isra’ ayat satu di atas, menceritakan peristiwa Isra' Mi’raj. Di mana, kata yang digunakan ketika menyebut Nabi 

Baca Juga: Prediksi dan Head to Head Villareal vs Barcelona, Kemenangan Yang Menentukan Rivalitas dengan Real Madrid

Muhammad SAW ialah ‘abdun’ yang memiliki arti hamba yang sungguh-sungguh bertakwa kepada Allah untuk mendapat derajat yang luhur di sisi-Nya.


Selain itu, kata 'abdun' yang digunakan untuk menyebut Nabi Muhammad SAW, juga terdapat di surat lain seperti Al-Baqarah ayat 23 dan Al-Jin ayat 19. 


2. Tangguhnya pembekalan dakwah

Pada saat sebelum peristiwa Isra' Mi’raj, orang-orang yang Nabi sayangi dan mendukung tujuan dakwahnya, hari berganti meninggal dunia. 

Akan tetapi, saat itu kaum Quraisy melakukan suatu penindasan yang semakin hebat. Allah memberi ujian bertubi-tubi supaya Nabi benar-benar tangguh dalam berdakwah.

3. Syariat Nabi Muhammad menghapus syariat nabi-nabi terdahulu

Rasulullah saw saat peristiwa Isra' Mi’raj, menjadi imam shalat bagi nabi-nabi terdahulu. 

Artinya bahwa mereka patuh dalam mengikuti risalah Nabi Muhammad SAW dan menjadi isyarat bahwa syariatnya telah menghapus syariat nabi-nabi sebelumnya. 

4. Kebenaran disampaikan walaupun pahit

Setelah malam Isra' Mi’raj saat pagi, Nabi memberi kabar apa yang baru dialaminya ke penduduk Makkah. 

Namun, membuat banyak orang tidak percaya dengan kabar itu. Hal ini, menunjukkan bahwa meskipun mendapat banyak penolakan, kebenaran harus tetap disampaikan.

5. Islam adalah agama yang suci

Saat Mi’raj di, Nabi Muhammad SAW diberi pilihan antara air susu dan khamr, tetapi Nabi lebih memilih susu. Lalu, Malaikat Jibril as berkata, “Engkau telah diberi hadiah kesucian.” Di mana hal tersebut, sebagai isyarat bahwa Islam adalah agama suci (fitrah).

6. Keistimewaan Masjidil Aqsha bagi umat Muslim

Masjidil Aqsha yang berada di Palestina, menjadi tempat tujuan Nabi ketika dalam perjalanan Isra’, sebelum akhirnya bertolak ke Sidratul Muntaha. 

Menandakan bahwa betapa mulianya Masjid Aqsha, di mana masjid ini juga pernah menjadi 
kiblat shalat sebelum berganti Ka’bah. 

Terlebih lagi, jika melakukan shalat di Baitul Maqdis (Masjid al-Aqsha) mendapatkan pahala sebanyak 500 kali lipat dibanding masjid biasa.

7. Pentingnya shalat

Malam Isra' Mi’raj adalah waktu yang disyariatkannya shalat lima waktu secara langsung, tanpa melalui perantara Malaikat Jibril, yang menandakan bahwa shalat memiliki kedudukan sangat penting bagi umat Islam.

8. Memantapkan Nabi Muhammad SAW

Di saat sebelum Mi’raj, Rasulullah mengetahui dan mendengar informasi mengenai surga, neraka, dan hal-hal gaib lainnya melalui wahyu.

Ketika Mi’raj, Rasulullah SAW melihat langsung dengan mata kepala beliau sendiri

Hal tersebut juga dinamakan sebagai ‘ilmul yaqin, artinya Nabi mengimaninya tapi belum melihat langsung.

Maka dari itu, saat seseorang sudah sampai pada ‘ainul yaqin, maka kemantapan atas apa yang diyakininya semakin kuat. 

Sumber: Nu Online

Kontributor: Amindi Septry



Load More